PARIGI MOUTONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, menyiapkan inovasi layanan kesehatan melalui program Layanan Kesehatan Simpatik (Siap Melayani Sepenuh Hati Bidang Kesehatan) dengan menghadirkan fasilitas welcome drink bagi pasien di Puskesmas.
Program Layanan Kesehatan Simpatik merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih humanis, ramah, dan nyaman bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Parigi Moutong, Darlin, mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga akan diikuti dengan penciptaan suasana pelayanan yang lebih kondusif, salah satunya melalui rencana penerapan musik terapi di ruang tunggu pasien.
“Selain penyediaan welcome drink, program ini juga akan menghadirkan suasana pelayanan yang lebih nyaman melalui rencana penerapan musik terapi di ruang tunggu pasien,” ujar Darlin di Parigi pada Rabu, 1 April 2026.
Pada tahap awal, Dinkes Parigi Moutong akan mendorong seluruh tenaga kesehatan untuk menerapkan konsep 3S, yaitu senyum, sapa, dan salam, sebagai standar pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Minimal saat warga masuk ke Puskesmas, mereka disambut dengan gestur yang baik, senyum, dan sapaan yang ramah,” katanya.
Selain itu, petugas juga diwajibkan memberikan informasi yang jelas terkait alur pelayanan agar masyarakat tidak merasa bingung atau harus berpindah-pindah tanpa kepastian.
“Warga harus diberi arahan yang jelas, mulai dari tahap awal hingga selesai. Sehingga, mereka tahu ke mana harus menuju,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan juga didorong untuk menggunakan bahasa daerah saat berinteraksi dengan masyarakat guna menciptakan kedekatan emosional.
Menurut Darlin, penggunaan bahasa daerah dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pasien selama mendapatkan pelayanan.
“Kalau petugas bisa menggunakan bahasa daerah, interaksi akan lebih hangat dan warga merasa lebih dihargai. Kami berharap pelayanan di Puskesmas tidak hanya berkualitas secara medis. Tetapi, juga memberikan pengalaman yang lebih baik dari sisi kemanusiaan dan psikologis warga,” tandasnya.*








Comments 2