Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Partisipasi SMP di Parigi Moutong Masih Rendah, Disdikbud Soroti Risiko Putus Sekolah

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
1 Mei 2026
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
3 Mei 2026
Partisipasi SMP di Parigi Moutong Masih Rendah, Disdikbud Soroti Risiko Putus Sekolah

Ilustrasi

PARIGI MOUTONG – Di tengah capaian positif sektor pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong sepanjang 2025, masih terselip satu persoalan mendasar yang menjadi perhatian serius, yakni rendahnya partisipasi pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Data evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong menunjukkan, angka partisipasi pendidikan yang cukup tinggi pada jenjang pendidikan dasar belum sepenuhnya berlanjut ke tingkat menengah pertama.

Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs tercatat hanya mencapai 68,21 persen dari target 83,43 persen. Sementara Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs berada di angka 57,63 persen dari target 82,83 persen.

Dari capaian itu, APK SMP masuk kategori cukup dengan realisasi 81,78 persen terhadap target, sedangkan APM SMP hanya mencapai 69,58 persen dan masih masuk kategori kurang.

Baca Juga

Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

Siswa SD Muhammadiyah Pelawa Juara 1 Lomba Bertutur Tingkat Sulteng

Alokasi Revitalisasi Sekolah Parigi Moutong Naik, dari 15 Menjadi 97 Sekolah

Data tersebut memperlihatkan masih adanya jarak antara anak usia sekolah yang seharusnya mengenyam pendidikan menengah pertama dengan realitas di lapangan.

Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengakui bahwa jenjang SMP masih menjadi titik lemah dalam peta pendidikan daerah.

“Sebagian besar indikator kinerja tahun 2025 menunjukkan capaian sangat baik karena realisasinya melampaui target. Namun, masih ada indikator yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada jenjang SMP/MTs,” kata Sunarti di Parigi, Jumat (1/5/2026).

Jika dibandingkan dengan capaian pendidikan dasar, kesenjangan itu terlihat cukup mencolok. Pada jenjang SD/MI, APK mencapai 98,01 persen dari target 92,62 persen, sedangkan APM SD/MI berada di angka 92,55 persen dari target 92,41 persen.

Artinya, akses pendidikan dasar di Parigi Moutong relatif sudah menjangkau hampir seluruh anak usia sekolah. Namun, transisi menuju pendidikan menengah pertama belum berjalan optimal.

Dalam konteks pendidikan, rendahnya APK dan APM SMP bukan sekadar persoalan angka. Data itu menunjukkan kemungkinan adanya anak-anak yang berhenti sekolah setelah menyelesaikan pendidikan dasar, atau belum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Fenomena ini dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, keterbatasan akses sekolah, hingga faktor sosial di lingkungan tempat tinggal.

Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki wilayah geografis cukup luas, dengan sejumlah desa yang berada di daerah terpencil, menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan pendidikan menengah.

Sunarti mengatakan, persoalan keberlanjutan pendidikan harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Menurut dia, memastikan anak tetap berada dalam sistem pendidikan hingga jenjang lebih tinggi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Selain memastikan tidak ada anak putus sekolah, kita juga harus meningkatkan prestasi. Outputnya adalah menciptakan anak yang mampu bersaing dengan daerah lain, sehingga di manapun mereka menimba ilmu, mereka bisa masuk sesuai harapan,” ujarnya.

Rendahnya partisipasi pada jenjang SMP juga berpotensi memengaruhi indikator pendidikan jangka panjang, termasuk rata-rata lama sekolah dan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Padahal, salah satu indikator yang justru menunjukkan hasil positif adalah rata-rata lama sekolah yang mencapai 8,07 tahun dari target 7,97 tahun.

Capaian itu menunjukkan masyarakat Parigi Moutong mulai memiliki akses pendidikan yang lebih baik, tetapi keberlanjutan pada jenjang menengah masih perlu diperkuat.

Bagi Disdikbud, kondisi ini menjadi catatan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tahun berikutnya.

Upaya peningkatan partisipasi pendidikan menengah diperkirakan akan difokuskan pada penguatan akses, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pemetaan wilayah dengan angka putus sekolah yang masih tinggi.

Di tengah capaian mayoritas indikator pendidikan yang melampaui target, angka partisipasi SMP menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya soal membuka akses di tingkat dasar, tetapi juga memastikan anak-anak tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari seberapa banyak anak masuk sekolah, tetapi juga seberapa jauh mereka mampu bertahan dan menuntaskan pendidikan secara berkelanjutan.*

Tag: Disdikbud Parigi MoutongMTspendidikanSekolah Menengah Pertama (SMP)
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

59 Kontingen PAUD Meriahkan Karnaval Hardiknas di Parigi

Sesudah

Akses PAUD dan SD di Parigi Moutong Meningkat, Fondasi Pendidikan Dasar Dinilai Menguat

TerkaitPostingan

Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

21 September 2026
Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

21 September 2026
95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

21 September 2026
Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

21 September 2026
Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

19 September 2026
Forum Koperasi Pertambangan Rakyat Dorong Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

Forum Koperasi Pertambangan Rakyat Dorong Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

19 September 2026

Pilihan Editor

No Content Available

Artikel Terkini

Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

21 September 2026
Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

21 September 2026
95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

21 September 2026
Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

21 September 2026
Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

19 September 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In