Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Dinkes Parigi Moutong Terapkan Layanan Kesehatan Simpatik, Dorong Pelayanan Lebih Humanis

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
6 April 2026
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
6 April 2026
Dinkes Parigi Moutong Terapkan Layanan Kesehatan Simpatik, Dorong Pelayanan Lebih Humanis

PARIGI MOUTONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, menyiapkan inovasi layanan kesehatan melalui program Layanan Kesehatan Simpatik (Siap Melayani Sepenuh Hati Bidang Kesehatan) dengan menghadirkan fasilitas welcome drink bagi pasien di Puskesmas.

Program Layanan Kesehatan Simpatik merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih humanis, ramah, dan nyaman bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Parigi Moutong, Darlin, mengatakan bahwa kebijakan tersebut juga akan diikuti dengan penciptaan suasana pelayanan yang lebih kondusif, salah satunya melalui rencana penerapan musik terapi di ruang tunggu pasien.

“Selain penyediaan welcome drink, program ini juga akan menghadirkan suasana pelayanan yang lebih nyaman melalui rencana penerapan musik terapi di ruang tunggu pasien,” ujar Darlin di Parigi pada Rabu, 1 April 2026.

Pada tahap awal, Dinkes Parigi Moutong akan mendorong seluruh tenaga kesehatan untuk menerapkan konsep 3S, yaitu senyum, sapa, dan salam, sebagai standar pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Minimal saat warga masuk ke Puskesmas, mereka disambut dengan gestur yang baik, senyum, dan sapaan yang ramah,” katanya.

Selain itu, petugas juga diwajibkan memberikan informasi yang jelas terkait alur pelayanan agar masyarakat tidak merasa bingung atau harus berpindah-pindah tanpa kepastian.

“Warga harus diberi arahan yang jelas, mulai dari tahap awal hingga selesai. Sehingga, mereka tahu ke mana harus menuju,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan juga didorong untuk menggunakan bahasa daerah saat berinteraksi dengan masyarakat guna menciptakan kedekatan emosional.

Menurut Darlin, penggunaan bahasa daerah dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pasien selama mendapatkan pelayanan.

“Kalau petugas bisa menggunakan bahasa daerah, interaksi akan lebih hangat dan warga merasa lebih dihargai. Kami berharap pelayanan di Puskesmas tidak hanya berkualitas secara medis. Tetapi, juga memberikan pengalaman yang lebih baik dari sisi kemanusiaan dan psikologis warga,” tandasnya.*

Tag: Dinkes Parigi MoutongLayanan KesehatanPuskesmasSimpatik
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Bupati Erwin Burase Janji Biayai Pembangunan Rumah Adat Olongian di Tomini

Sesudah

Tiga Tahun Tanpa Penularan, Parigi Moutong Capai Eradikasi Frambusia

TerkaitPostingan

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investor

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investors

21 Juli 2026
Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026
Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

17 Juli 2026
Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

14 Juli 2026
Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru

Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru

13 Juli 2026
Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

13 Juli 2026

Pilihan Editor

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investor

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investors

21 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 79 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR

19 Juli 2026
Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

17 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 234 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

22 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 198 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

16 Juli 2026

Artikel Terkini

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 234 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

22 Juli 2026
DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investor

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investors

21 Juli 2026
Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 79 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR

19 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 146 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

18 Juli 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In