Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi “Bangkalan”

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
31 Juli 2026
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
31 Juli 2026
Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi "Bangkalan"

ilustrasi (gambar dibuat menggunakan kecerdasan buatan/ai)

PARIGI MOUTONG – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong tengah melakukan riset untuk mengungkap penyebab fenomena gagal panen durian yang dikenal masyarakat sebagai “bangkalan”. Hasil penelitian sementara menunjukkan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh serangan hama atau penyakit tanaman, melainkan penurunan kualitas tanah dan pengaruh cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappelitbangda Parigi Moutong, Mardiana, mengatakan fenomena tersebut telah berdampak terhadap produktivitas durian di sejumlah sentra produksi di daerah itu.

“Petani yang ada di Parigi ini hasil panennya tidak sampai 2,5 persen, bahkan ada yang gagal total. Rata-rata kondisinya semua begitu,” ujar Mardiana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil riset sementara menunjukkan istilah “bangkalan” yang selama ini dikenal masyarakat bukan merupakan penyakit tanaman. Kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya kesuburan tanah yang telah digunakan dalam jangka panjang, ditambah dampak musim kemarau dan suhu panas ekstrem.

Baca Juga

Bappelitbangda: Ruang Fiskal Parigi Moutong 2027 Sangat Terbatas

KUA-PPAS 2027 Disusun, Bappelitbangda Pastikan Anggaran PPPK Aman

TAPD Siapkan OPD Penghasil dalam Pembahasan Target PAD Parigi Moutong 2027

“Dari hasil penelitian sementara yang kita dapatkan, itu sebenarnya bukan penyakit. Kondisi tanah yang rata-rata usianya sudah di atas 10 tahun, serta cuaca panas dan kemarau panjang kemarin sangat berpengaruh,” katanya.

Menurut Mardiana, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus juga diduga menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kandungan nutrisi tanah.

“Rata-rata tanah kita itu nutrisinya tinggal 25 persen karena sudah terlalu banyak dimasuki bahan kimia, sehingga struktur tanahnya rusak. Bahkan ada pohon yang baru berumur sekitar lima tahun juga mengalami gagal total dan tidak bisa dipanen sama sekali,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan, Bappelitbangda saat ini tengah menguji formulasi pupuk campuran yang mengombinasikan pupuk organik dengan komposisi terbatas pupuk kimia untuk memulihkan kesuburan tanah.

Apabila uji coba tersebut berhasil mengatasi fenomena “bangkalan”, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berencana mengajukan hak paten terhadap formula pupuk tersebut.

“Mudah-mudahan hasilnya bisa terlihat di tahun depan. Kalau memang SOP racikan pupuk ini berhasil dan bisa mengatasi masalah bangkalan, maka racikan pupuk itu nanti akan kita patenkan juga,” tegasnya.

Untuk tahap penelitian, Bappelitbangda menetapkan Kecamatan Kasimbar dan Desa Beraban, Kecamatan Balinggi, sebagai lokasi uji coba. Kedua wilayah dipilih karena dinilai lebih mudah dijangkau sehingga proses pemantauan dan evaluasi dapat dilakukan secara optimal.

Meski demikian, Mardiana memastikan hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani durian di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang mengalami persoalan serupa.*

Tag: BangkalanBappelitbangdadurianPerkebunan
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

Sesudah

54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

TerkaitPostingan

BPJS Ketenagakerjaan: 14 Puskesmas di Parigi Moutong Sudah Daftarkan Pekerja Non-PNS, 10 Belum

BPJS Ketenagakerjaan: 14 Puskesmas di Parigi Moutong Sudah Daftarkan Pekerja Non-PNS, 10 Belum

3 Oktober 2026
Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

21 September 2026
Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

21 September 2026
95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

21 September 2026
Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

21 September 2026
Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

19 September 2026

Artikel Terkini

BPJS Ketenagakerjaan: 14 Puskesmas di Parigi Moutong Sudah Daftarkan Pekerja Non-PNS, 10 Belum

BPJS Ketenagakerjaan: 14 Puskesmas di Parigi Moutong Sudah Daftarkan Pekerja Non-PNS, 10 Belum

3 Oktober 2026
Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

Dari Kebakaran hingga Pasien Butuh Rujukan, Erwin Burase Minta Warga Hubungi 112

21 September 2026
Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

Erwin Burase Siapkan Pemecah Ombak untuk Lindungi Rumah Warga Malanggo Pesisir

21 September 2026
95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

95 KK Terdampak Banjir Kasimbar Terima Bantuan, Pemkab Siapkan Penanganan Lanjutan

21 September 2026
Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

Erwin Burase Minta Penanganan Karhutla Tak Sekadar Padamkan Api

21 September 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In