PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyiapkan pemasangan pemecah ombak untuk melindungi rumah warga Desa Malanggo Pesisir, Kecamatan Tinombo Selatan, dari ancaman abrasi.
Keputusan itu diambil setelah Erwin meninjau langsung kondisi pantai di wilayah tersebut, Minggu, 20 September 2026. Dari hasil peninjauan, abrasi mulai mencapai rumah-rumah warga.
“Kita lihat tadi sudah masuk ke rumah-rumah masyarakat. Karena itu, kita pasang breakwater dulu atau pemecah ombak,” kata Erwin.
Pemasangan breakwater menjadi langkah sementara untuk mengurangi tekanan gelombang laut sekaligus mencegah dampak abrasi meluas ke permukiman.
Erwin mengatakan, abrasi di Malanggo Pesisir dipengaruhi angin kencang dan gelombang laut yang cukup keras. Kondisi tersebut diperparah bangunan pengaman pantai yang telah berusia sekitar 14 hingga 15 tahun dan mulai mengalami kerusakan.
Untuk mempercepat penanganan, Erwin meminta perangkat daerah segera mendata titik-titik pesisir yang rawan terdampak abrasi. Data tersebut akan menjadi dasar menentukan lokasi pemasangan breakwater.
“Secepatnya bulan ini kita harapkan sudah ada pendataan titik-titik mana yang rawan untuk segera dipasang breakwater,” ujarnya.
Menurut Erwin, abrasi bukan hanya terjadi di Malanggo Pesisir. Persoalan serupa sebelumnya ditemukan di kawasan pesisir Palasa, Taopa, dan sejumlah desa lainnya hingga air laut masuk ke permukiman warga.
Karena itu, penanganan abrasi perlu dilakukan secara bertahap dengan memetakan kawasan yang paling rawan dan membutuhkan perlindungan segera.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan menyiapkan usulan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Pembangunan pengaman pantai menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Langkah pemasangan breakwater di Malanggo Pesisir diharapkan menjadi penanganan awal untuk melindungi permukiman warga sembari menunggu penanganan pengaman pantai secara lebih permanen.*









