PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur dan memulihkan akses masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan darurat jembatan yang rusak, pengerahan alat berat di titik-titik terdampak, normalisasi sungai, serta penguatan bantaran sungai guna mencegah terjadinya banjir susulan.
Erwin mengatakan, salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan akses masyarakat yang sempat terganggu akibat kerusakan sejumlah fasilitas umum, khususnya jembatan yang menjadi jalur penghubung antardesa.
Di Desa Lobu Mandiri, terdapat dua unit jembatan yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan darurat agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sambil menunggu penanganan permanen.
Selain itu, sedikitnya lima unit jembatan mengalami kerusakan akibat banjir. Kerusakan tersebut meliputi satu jembatan putus dan satu jembatan ambruk di Desa Lobu Mandiri, kerusakan oprit jembatan di Desa Parigimpuu dan Kayuboko, serta kerusakan jembatan penghubung Desa Tolai dan Tolai Timur.
Tidak hanya berdampak pada akses transportasi, banjir juga merusak jaringan air bersih sepanjang sekitar 225 meter yang selama ini menjadi sumber pelayanan bagi masyarakat.
Sementara itu, di Desa Dolago Padang, pemerintah daerah menemukan kondisi yang cukup mengkhawatirkan akibat luapan air pada pertemuan dua aliran sungai yang mengancam permukiman dan lahan pertanian warga. Untuk mempercepat penanganan, satu unit alat berat telah bekerja di lokasi.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu yang berencana menambah dua unit alat berat guna mempercepat proses penanganan di kawasan tersebut.
“Kami juga mempertimbangkan menambah satu alat berat lagi karena dampaknya cukup luas. Dari data yang ada, sekitar 148,1 hektare lahan di dua desa terdampak banjir. Ini harus segera ditangani, apalagi kondisi cuaca masih berpotensi hujan,” kata Erwin.
Sebagai langkah pencegahan banjir susulan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong saat ini melakukan normalisasi sungai dan pemasangan geobag pada sejumlah titik rawan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air yang dapat kembali merendam permukiman maupun lahan pertanian masyarakat.
Selanjutnya, pemerintah daerah akan melakukan pemasangan bronjong untuk memperkuat bantaran sungai yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.
“Di beberapa lokasi terdapat tikungan aliran sungai yang menyebabkan air meluap ke area pertanian. Titik-titik seperti itu harus segera ditangani agar air tidak kembali masuk ke sawah masyarakat,” jelas Erwin.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur dan akses masyarakat pascabanjir, sekaligus meminimalkan risiko dampak yang lebih besar apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa waktu ke depan.*








