PARIGI MOUTONG – Akses pendidikan dasar di Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan sepanjang 2025. Data evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong mencatat, capaian partisipasi pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sekolah dasar berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Peningkatan itu menjadi sinyal menguatnya fondasi pendidikan dasar di daerah, terutama dalam memastikan anak-anak memperoleh akses belajar sejak usia dini hingga jenjang sekolah dasar.
Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, mengatakan, capaian tersebut mencerminkan semakin terbukanya akses pendidikan dasar bagi masyarakat. Menurut dia, keberhasilan pada jenjang PAUD dan SD menjadi modal penting dalam membangun kualitas pendidikan jangka panjang.
“Capaian ini menunjukkan peningkatan akses pendidikan dasar yang cukup signifikan, terutama pada PAUD dan SD,” kata Sunarti di Parigi, Jumat (1/5/2026).
Data Disdikbud menunjukkan, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD mencapai 98,63 persen dari target 94,26 persen. Capaian itu menempatkan sektor PAUD dalam kategori sangat baik. Peningkatan partisipasi pada jenjang PAUD menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan usia dini sebagai fase awal pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak.
Dalam sistem pendidikan, PAUD menjadi tahap krusial untuk membangun kesiapan anak memasuki pendidikan formal. Di jenjang sekolah dasar, capaian juga menunjukkan tren positif. APK SD/MI tercatat mencapai 98,01 persen dari target 92,62 persen. Sementara Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI berada di angka 92,55 persen dari target 92,41 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia sekolah dasar di Parigi Moutong telah berada dalam sistem pendidikan sesuai jenjang usianya. Jika melihat angka itu, akses pendidikan dasar di wilayah tersebut dapat dikatakan semakin merata, meski tantangan geografis masih menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Kabupaten Parigi Moutong memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik geografis yang beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga daerah pegunungan dan desa-desa terpencil. Kondisi itu kerap menjadi hambatan dalam menjangkau layanan pendidikan secara merata. Namun, capaian partisipasi PAUD dan SD yang tinggi menunjukkan adanya perbaikan dalam distribusi layanan pendidikan dasar.
Selain partisipasi sekolah, indikator lain juga memperlihatkan perkembangan yang mendukung penguatan fondasi pendidikan. Rata-rata lama sekolah masyarakat Parigi Moutong tercatat mencapai 8,07 tahun dari target 7,97 tahun. Sementara harapan lama sekolah berada pada angka 12,53 tahun dari target 12,56 tahun. Bagi Disdikbud, capaian itu menunjukkan bahwa keberlanjutan pendidikan masyarakat mulai bergerak ke arah yang lebih baik.
Meski begitu, Sunarti menegaskan bahwa keberhasilan di jenjang PAUD dan SD harus diikuti dengan keberlanjutan pendidikan ke tingkat lebih tinggi.
Menurut dia, akses pendidikan dasar yang sudah kuat harus menjadi pijakan untuk meningkatkan partisipasi pendidikan menengah. Sebab, salah satu tantangan pendidikan di Parigi Moutong justru masih terlihat pada jenjang SMP, di mana angka partisipasinya belum mencapai target.
“Kami telah mencapai target yang ditetapkan, namun capaian tersebut tidak boleh membuat kita terlena. Apa yang sudah diraih harus terus ditingkatkan, dengan menetapkan target yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya.
Sunarti menilai, penguatan pendidikan dasar bukan hanya tentang memastikan anak masuk sekolah, tetapi juga menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan proses belajar.
Ia berharap, peningkatan akses pendidikan dasar dapat menjadi pondasi lahirnya generasi yang lebih siap bersaing pada jenjang pendidikan berikutnya.
Menurut dia, semakin kuat fondasi pendidikan sejak usia dini, semakin besar peluang anak untuk berkembang secara akademik maupun sosial. Di tengah berbagai tantangan pembangunan pendidikan, capaian pada jenjang PAUD dan SD menjadi gambaran bahwa upaya memperluas akses belajar mulai menunjukkan hasil. *







