Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Perampingan SKPD, Puluhan Pejabat Eselon Bakal Non Job

songularaolehsongulara
8 September 2016
Waktu Membaca: 2 mins baca
songularaolehsongulara
8 September 2016

Baca Juga

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

PARIGI MOUTONG – Setelah sebelumnya telah dilakukan penetapan Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD terkait perampingan jumlah SKPD, puluhan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terancam bakal non job.
Ini terlihat dari telah ditetapkannnya sebanyak 18 dinas, enam badan dan dua sekretariat dan inspektorat dari jumlah yang diusulkan pemerintah sebelumnya sebanyak 23 dinas, lima badan, dua sekretariat dan inspektorat.
Akibat perampingan SKPD sesuai ketetapan DPRD itu, sedikitnya 20 pejabat eselon II, III dan IV, terancam tidak mendapatkan jabatan alias non job.
Dari jumlah tersebut sembilan orang diantaranya adalah pejabat eselon II dan 11 lainnya adalah pejabat eselon III dan IV.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Parigi Moutong, Ekka Pontoh SH MH mengatakan, potensi tidak mendapat jabatan pada sejumlah pejabat eselon tersebut sangat dimungkinkan terjadi.
Karena bila mengacu pada usulan SKPD yang telah dilakukan baik pada usulan pertama maupun perubahan kedua, sudah dilakukan sesuai dengan beberapa kajian dan pertimbangan.
Usulan jumlah SKPD oleh pemerintah kata dia sudah melalui berbagai pertimbangan berdasarkan luas wilayah, kepadatan penduduk, beban kerja, kemampuan keuangan daerah, ketersediaan aparatur daerah, visi misi kabupaten dan pengalaman Bupati sesuai kondisi daerah.
Semua pertimbangan dan kajian ini dinilai sangat fleksibel, efektif, efisien serta proporsional.
“Sekarang kami masih bingung, belum tahu mau dikemanakan para pejabat yang tidak mendapat kursi jabatan hasil perampingan,” kata Ekka, belum lama ini.
Belum lagi, ada sejumlah SKPD yang masih menuai pertanyaan karena terkesan rancu. Sebut saja kata dia tentang digabungnya Ketahanan Pangan ke Dinas Perikanan.
Meskipun keduanya serumpun namun penggabungannya dinilai rancu karena berbeda urusan. Sebab sebelumnya, pemerintah telah mengusulkan agar Ketahanan Pangan menjadi dinas.
Masih menyangkut perampingan, Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu, menilai bahwa usulan terakhir pemerintah terkait jumlah SKPD sudah sangat ideal.
Bahkan terakit usulan itu juga telah melalui proses komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Padahal jika disetujui usulan sebelumnya, maka beberapa kebutuhan daerah akan terpenuhi. Misalkan pembentukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan pertimbangan potensi peternakan yang sangat menjanjikan,” katanya.
Hanya saja, kebutuhan tersebut terpaksa urung dilakukan karena yang seharusnya dijadikan dinas malah hanya berakhir menjadi satu bidang dalam Dinas Pertanian.
“Harusnya peternakan dikelola oleh satu dinas yang berdiri sendiri,” katanya.
Lanjut dia mengatakan, tahun lalu pihaknya sudah ditawari bantuan pengembangan peternakan sapi dan inseminasi buatan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang ketika itu masih dijabat oleh Sofyan Djalil.
Namun bantuan itu kemungkinan batal diberikan karena urusan peternakan termasuk kesehatan hewan hanya dikelola oleh satu bidang yang melekat di Dinas Pertanian, bukan dikelola oleh satu dinas yang berdiri sendiri.
Demikian halnya dengan persoalan ketahanan pangan yang hanya digabung dengan Dinas Kelautan dan Perikanan. Padahal, penanganan ketahanan pangan merupakan perintah langsung Presiden, Joko Widodo terkait peningkatan ketahanan pangan nasional.
“Kenyataannya, ketahanan pangan hanya akan diurus oleh satu bidang itupun melekat dikelautan. Ini namanya persoalan di laut dibawa ke darat, jadinya tidak nyambung,” terangnya.
Menyangkut kondisi itu, Bupati dan Sekkab hanya berharap Gubenur Sulawesi Tengah, selaku perpanjangan tangan Pemerintah Pusat yang akan mengasistensi Perda, dapat menganulir keputusan DPRD. Sehingga jumlah SKPD di Kabupaten Parigi Moutong yang sebelumnya diusulkan dan telah melalui tahapan dan kajian bisa kembali dilakukan, karena telah sesuai dengan kebutuhan daerah. faiz

ShareTweetKirim
songulara

songulara

Sebelum

PNS Ajukan Kredit Bank, Harus Kantongi Rekomendasi Bupati

Sesudah

40 Tim Berlaga di Turnamen Tombolotutu Cup II

TerkaitPostingan

Perumda Disiapkan, Pemkab Parigi Moutong Bidik Potensi SDA untuk Tambah PAD

Perumda Disiapkan, Pemkab Parigi Moutong Bidik Potensi SDA untuk Tambah PAD

15 September 2026
Pemkab Parigi Moutong Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Bidik Wajib Pajak Belum Terdata

Pemkab Parigi Moutong Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Bidik Wajib Pajak Belum Terdata

15 September 2026
Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

5 Maret 2026
PBB Jadi Andalan, Bapenda Parigi Moutong Tingkatkan Pendataan Objek Tanah

PBB Jadi Andalan, Bapenda Parigi Moutong Tingkatkan Pendataan Objek Tanah

3 Februari 2026
ASN Bapenda Aksi Bersih di Pasar Sentral Parigi

ASN Bapenda Aksi Bersih di Pasar Sentral Parigi

15 Desember 2025
30 Koperasi Terbentuk di Tiga Desa di Parigi Moutong

30 Koperasi Terbentuk di Tiga Desa di Parigi Moutong

10 April 2025

Artikel Terkini

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

16 Oktober 2026
Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

16 Oktober 2026
Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

16 Oktober 2026
Erwin Burase Lantik 18 Pejabat Eselon II Parigi Moutong, Ini Daftar Lengkapnya

Erwin Burase Lantik 18 Pejabat Eselon II Parigi Moutong, Ini Daftar Lengkapnya

16 Oktober 2026
Erwin Burase Ancam Nonjob Pejabat yang Berkinerja Buruk, Evaluasi Bisa dalam Tiga Bulan

Erwin Burase Ancam Nonjob Pejabat yang Berkinerja Buruk, Evaluasi Bisa dalam Tiga Bulan

16 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In