PARIGI MOUTONG – Tingginya jumlah pasien rujukan yang datang dari berbagai daerah membuat ruang rawat inap di RSUD Anuntaloko Parigi kerap penuh. Meski demikian, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong itu tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh pasien yang membutuhkan perawatan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Flora, mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari status RSUD Anuntaloko sebagai rumah sakit rujukan regional yang melayani pasien dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah, seperti Poso, Morowali, dan Luwuk.
Akibat tingginya tingkat keterisian ruang rawat inap, sebagian pasien rujukan terpaksa menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum mendapatkan kamar perawatan.
Untuk mengantisipasi hal itu, RSUD Anuntaloko telah menerapkan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang memungkinkan fasilitas kesehatan pengirim mengetahui ketersediaan layanan dan ruang perawatan sebelum merujuk pasien.
“Melalui Sisrute, kami sudah menginformasikan apabila ruang perawatan penuh dan menyarankan pasien dirujuk ke rumah sakit lanjutan seperti RSUD Undata atau RS Madani. Namun sering kali pasien dan keluarga memilih tetap dirawat di RSUD Anuntaloko karena pertimbangan jarak, biaya, dan kedekatan dengan keluarga,” ujar dr. Flora saat ditemui, Senin (22/6).
Menurutnya, ketika pasien tetap memilih dirawat di RSUD Anuntaloko meski ruang rawat inap penuh, pihak rumah sakit meminta keluarga menandatangani surat pernyataan kesediaan menunggu hingga tempat perawatan tersedia.
Ia mengakui kondisi tersebut terkadang menimbulkan keluhan dari pasien maupun keluarga karena harus menunggu lebih lama di IGD. Namun, pelayanan medis tetap diberikan secara optimal selama masa tunggu.
Dr. Flora menjelaskan, secara prosedur pasien yang berada di IGD terlebih dahulu mendapatkan penanganan dari dokter umum sebelum menjalani perawatan di ruang rawat inap dan ditangani dokter spesialis. Meski demikian, untuk mempercepat pelayanan, dokter di IGD biasanya langsung berkoordinasi dengan dokter spesialis sesuai kondisi pasien.
“Secara operasional kami berupaya memberikan pelayanan terbaik. Meskipun pasien masih berada di IGD, dokter spesialis biasanya sudah ikut menangani sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu layanan yang paling banyak menerima pasien rujukan adalah hemodialisis atau cuci darah. Layanan unggulan tersebut menjadi alasan banyak pasien dari luar daerah memilih menjalani perawatan di RSUD Anuntaloko.
Karena itu, meski kapasitas ruang perawatan sering penuh, RSUD Anuntaloko berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, terutama bagi pasien rujukan yang membutuhkan penanganan segera.*








