PARIGI MOUTONG – Pembenahan tata kelola keuangan yang dilakukan manajemen RSUD Anuntaloko Parigi mulai menunjukkan hasil. Salah satunya ditandai dengan semakin cepatnya pembayaran jasa medis bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sebelumnya mengalami keterlambatan hingga sekitar empat bulan, kini tersisa sekitar satu bulan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, SKM, M.Kes, mengatakan percepatan pembayaran jasa medis merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan keuangan rumah sakit agar hak tenaga kesehatan dapat diterima lebih cepat.
“Kalau dulu saya pertama masuk, empat bulan baru menerima jasa medis. Sekarang dua bulan sudah bisa menerima jasa. Jadi keterlambatan pembayaran yang dulu sampai sekitar tiga setengah hingga empat bulan, sekarang tinggal sekitar satu bulan,” ujarnya saat ditemui di Parigi, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Irwan, perbaikan tersebut menunjukkan kondisi keuangan rumah sakit semakin sehat sehingga arus pembayaran kepada tenaga kesehatan dapat berjalan lebih normal dibandingkan sebelumnya.
Ia menjelaskan, pembayaran jasa medis mengikuti mekanisme pencairan klaim pelayanan dari BPJS Kesehatan. Saat klaim BPJS untuk bulan April dicairkan, rumah sakit sudah dapat membayarkan jasa medis atas pelayanan yang diberikan pada bulan Maret.
Dengan pola tersebut, kata Irwan, keterlambatan pembayaran dapat terus ditekan sehingga tenaga kesehatan memperoleh kepastian dalam menerima haknya.
Perbaikan sistem pembayaran jasa medis juga diharapkan mampu menjaga motivasi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Ia menegaskan, pembenahan tata kelola keuangan akan terus menjadi salah satu prioritas manajemen RSUD Anuntaloko Parigi. Selain mempercepat pembayaran jasa medis, langkah tersebut juga menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.*







