Songulara
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Hak Honorer Diduga Ditilep, Sekda Janji Telusuri 

songularabysongulara
4 April 2016
Reading Time: 1 min read
songularabysongulara
4 April 2016

PARIGI MOUTONG – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong  untuk menelusuri jajarannya terkait hak honorer yang diduga ditilep, akan ditindaklanjuti lebih jauh.
Sekda Parigi Moutong, Ekka Pontoh SH, MH mengatakan, sejauh ini dirinya selaku pengendali administrasi belum mendapat pengeluhan langsung terkait hal itu. Akan tetapi, ia sudah mendapatkan perintah langsung dari Bupati Parigi Moutong  untuk menelusuri dugaan tersebut. Sehingga dalam waktu dekat, ia akan mendalaminya dengan membentuk tim.
“Ini perintah bupati yang harus ditindaklanjuti dan saya akan melakukan evaluasi administrasi,” ujarnya.
Ekka menungkapkan, penelusuran dugaan tersebut tidak hanya dilakukan di Sekretariat Daerah (Setda) dan seluruh SKPD. Namun akan dilakukan sampai ke tingkat bawah yakni di pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Apabila benar ditemukan ada hak honorer yang tidak diberikan sesuai dengan kinerjannya, maka yang mengambil hak honorer tersebut akan dikenakan sanksi.
“Saya akan tetap mendalami ini, kalau ditemukan kami akan kenakan sanksi sesuai dengan prosedur,” tegasnya.
Terkait persoalan itu, ia menegaskan kepada para pejabat agar tidak merampas hak-hak yang mestinya diterima para pegawai honorer.
“Sangat berdosa jika mempekerjakan mereka tapi hak yang diberikan tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka laksanakan. Hal tersebut tidak boleh terjadi di Parigi Moutong,” ujarnya.
Seperti yang diungkapkan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, para pejabat eselon II dan III agar jangan coba-coba berani ‘memakan” hak pegawai kecil terutama para tenaga honorer. Sebab Bupati menduga, ada honorer yang diperintahkan untuk membubuhkan tandatangan. Tetapi kemudian, hak yang harus mereka terima, ternyata tidak diberikan.
Ia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya diam-diam melakukan monitor dan ternyata banyak yang diduga dipalsukan.
Apabila dikemudian hari terdapat pejabat yang berani melakukan tindakan tersebut akan segera diberhentikan dari jabatannya. DENIAS

ShareTweet
songulara

songulara

Previous Post

Safrillah Komi Pilih Jadi Staf Biasa

Next Post

34 Provinsi Dipastikan Ikut Festival Musik Nasional

Related Posts

Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

5 Maret 2026
PBB Jadi Andalan, Bapenda Parigi Moutong Tingkatkan Pendataan Objek Tanah

PBB Jadi Andalan, Bapenda Parigi Moutong Tingkatkan Pendataan Objek Tanah

3 Februari 2026
ASN Bapenda Aksi Bersih di Pasar Sentral Parigi

ASN Bapenda Aksi Bersih di Pasar Sentral Parigi

15 Desember 2025
30 Koperasi Terbentuk di Tiga Desa di Parigi Moutong

30 Koperasi Terbentuk di Tiga Desa di Parigi Moutong

10 April 2025

Mediasi Tak Temui Kata Sepakat, Kasus Dugaan Penganiayaan Lanjut ke Proses Hukum

7 November 2024

KPUD Tetapkan Amrullah-Ibrahim Paslon Pemilukada 2024

29 Oktober 2024

Pilihan Editor

Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

14 Juli 2026
Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

13 Juli 2026
DPRD Parigi Moutong Minta Perpanjangan Waktu Bahas Tindak Lanjut LHP BPK

DPRD Parigi Moutong Minta Perpanjangan Waktu Bahas Tindak Lanjut LHP BPK

9 Juli 2026
Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Perkuat Upaya Pencegahan

Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

9 Juli 2026
Pansus Rekomendasikan Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar ke APH

Pansus DPRD Rekomendasikan Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar ke APH

9 Juli 2026

Artikel Terkini

Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

14 Juli 2026
Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru

Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru

13 Juli 2026
Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

13 Juli 2026
Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional

Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional

11 Juli 2026
Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Perkuat Upaya Pencegahan

Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

9 Juli 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In