PARIGI MOUTONG – RSUD Anuntaloko Parigi berencana mengintegrasikan gedung Ruang Damar dengan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir. Rencana tersebut akan diawali dengan pembangunan tangga sebagai akses alternatif menuju lantai dua Gedung Ruang Damar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari penataan layanan persalinan di rumah sakit. Hal itu disampaikannya di Parigi, Jumat malam, 26 Juni 2026.
“Dengan terhubungnya dua gedung ini, harapan kami pelayanan antara ibu dan bayi akan lebih maksimal,” ujarnya.
Menurut Irwan, selama ini Gedung Ruang Damar yang dibangun sejak 2022 belum dapat dimanfaatkan karena hanya memiliki satu akses menuju lantai dua berupa lift tanpa dilengkapi tangga alternatif. Kondisi tersebut membuat tenaga medis belum bersedia menggunakan gedung itu dengan pertimbangan aspek keselamatan.
“Tenaga medis belum mau memanfaatkan gedung itu karena khawatir tidak ada tangga alternatif. Sehingga, kami berencana membangun tangganya,” kata Irwan.
Ia menjelaskan, pembangunan tangga diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp100 juta. Menurutnya, pengalokasian anggaran tersebut lebih tepat dibandingkan membiarkan gedung yang telah selesai dibangun tetap tidak dimanfaatkan.
Irwan mengatakan, ruang NICU merupakan fasilitas perawatan intensif yang dilengkapi peralatan medis khusus bagi bayi baru lahir berusia 0 hingga 28 hari yang memerlukan penanganan intensif, seperti bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, maupun bayi yang mengalami gangguan kesehatan serius.
Dengan terhubungnya Gedung Ruang Damar dan ruang NICU, proses pelayanan antara ibu yang menjalani persalinan dan bayi yang membutuhkan perawatan intensif diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan terintegrasi.
Diketahui, Gedung Ruang Damar memiliki sembilan ruangan yang terdiri atas empat ruangan di lantai satu dan lima ruangan di lantai dua. Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan segera difungsikan setelah pembangunan tangga serta konektivitas dengan ruang NICU rampung.*







