PARIGI MOUTONG – Manajemen RSUD Anuntaloko Parigi mengklaim berhasil menekan penambahan utang baru melalui pembenahan pengelolaan keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pengadaan obat, alat kesehatan, serta kebutuhan operasional rumah sakit sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, SKM, M.Kes mengatakan selama masa kepemimpinannya rumah sakit telah membayar kewajiban utang obat sekitar Rp26 miliar. Sementara itu, penambahan utang baru hanya tercatat sekitar Rp17 miliar.
“Target awal saya bagaimana tidak terjadi penambahan utang baru yang lebih besar. Dari pembayaran sekitar Rp26 miliar dengan penambahan utang sekitar Rp17 miliar, berarti ada selisih sekitar Rp9 miliar yang berhasil kami tekan,” kata Irwan saat ditemui di Parigi, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dalam operasional rumah sakit, keberadaan utang merupakan hal yang lazim karena pengadaan obat, bahan medis habis pakai, alat kesehatan, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya umumnya dilakukan lebih dahulu, sedangkan pembayarannya menyesuaikan kemampuan keuangan rumah sakit serta pencairan klaim layanan.
Menurut Irwan, fokus manajemen bukan menghilangkan utang sepenuhnya, melainkan memastikan nilai kewajiban tersebut tetap terkendali sehingga tidak terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Efisiensi anggaran yang berhasil dicapai selanjutnya akan dialokasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk mengaktifkan ruang perawatan yang belum berfungsi secara optimal serta menambah fasilitas penunjang, seperti monitor pasien, ventilator, dan tempat tidur di ruang Intensive Care Unit (ICU).
“Harapan kami, kondisi keuangan yang semakin sehat akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.*







