PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Tanahlanto, Kecamatan Torue, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Parigi Moutong dan Hari Kesiapsiagaan Bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan pemerintah daerah menerima bantuan sebanyak 4.150 bibit pohon dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Bibit tersebut terdiri atas berbagai jenis, seperti nantu, mahoni, alpukat, durian, pala, dan kemiri.
“Pada kegiatan hari ini kita menyiapkan masing-masing 200 bibit nantu dan mahoni untuk ditanam,” ujar Rivai.
Selain di bantaran sungai, penanaman juga dilakukan di kawasan pesisir dengan jenis mangrove sebagai upaya perlindungan lingkungan dari abrasi.
Rivai menuturkan kegiatan ini turut didukung Yayasan Merah Putih Sulawesi Tengah yang bergerak di bidang perubahan iklim, dengan wilayah binaan di Desa Tanalanto, Torue dan Tolai. Ia menambahkan, rangkaian penghijauan akan berlanjut pada 22 April 2026 bertepatan dengan Hari Bumi melalui penanaman pohon di bantaran Sungai Olaya dan Boyantongo.
BPBD juga telah mendistribusikan bibit pohon, seperti tabebuya, pucuk merah, dan durian, kepada sekolah-sekolah. Pada puncak peringatan nanti, bantuan pohon kemiri akan diserahkan kepada Kepala Desa Avolua sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah yang terdampak kebakaran.
Aksi penanaman pohon ini secara simbolis dibuka oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi berbagai pihak untuk melakukan penghijauan secara berkelanjutan.
“Saya harap aksi ini bisa menginspirasi pihak lain sehingga dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, serta memberikan dampak bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak perusahaan, khususnya aktivitas galian C di wilayah desa, untuk membantu memperbaiki aliran sungai sebagai langkah pencegahan banjir.
“Gundukan di tengah sungai perlu dikeluarkan agar tidak menghantam pinggiran sungai. Arahkan aliran sungai dengan baik agar tidak semakin parah,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Abdul Sahid mengingatkan agar kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi diikuti dengan perawatan agar pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Tanahlanto, Sulaeman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Ia menilai penanaman pohon di bantaran sungai sangat penting untuk melindungi lahan masyarakat dari abrasi.
“Lokasi ini merupakan perkebunan warga sekaligus jalan kantong produksi yang menghubungkan beberapa dusun. Penanaman pohon di bantaran sungai sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sulaeman.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Yayasan IPAS Indonesia, BPDAS Palu-Poso, BPBD, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parigi Moutong, Dinas Lingkungan Hidup, serta Yayasan Merah Putih Sulawesi Tengah. Turut hadir Polsek Torue, unsur TNI, Camat Torue, jajaran pemerintah desa di wilayah Torue dan Tolai, serta sejumlah komunitas lingkungan.*








