PARIGI MOUTONG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menyelamatkan ribuan hektare sawah tadah hujan yang mengalami gagal tanam akibat kekeringan di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dilakukan menyusul laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong yang mencatat sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan di dua kecamatan terdampak kekeringan akibat minimnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Plt Kepala Dinas TPHP Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran di tingkat bawah untuk segera melakukan identifikasi lokasi terdampak secara menyeluruh.
“Sudah kami sampaikan ke tingkat bawah untuk diidentifikasi secara detail, termasuk titik-titik yang memungkinkan mendapatkan bantuan air tanah,” ujar Dadan, Jumat (30/1).
Ia menjelaskan, hasil kunjungan staf khusus Menteri Pertanian dan Direktur Jenderal Irigasi Lahan Irigasi Pertanian sehari sebelumnya membuka peluang alokasi bantuan air tanah dangkal maupun air tanah dalam bagi daerah terdampak kekeringan.
“Air tanah dengan kedalaman di atas 30 meter dikategorikan sebagai air tanah dalam,” terangnya.
Menurutnya, penggunaan pompa alkon tidak efektif dalam kondisi kekeringan ekstrem saat ini karena debit air sungai juga mengalami penurunan signifikan.
“Kalau pakai alkon, tidak efektif. Sungai juga kering, airnya tidak bisa disedot, sehingga sumur akan jadi solusi saat ini,” jelasnya.
Sebagai alternatif jangka menengah, ia akan mengusulkan pembangunan embung atau tampungan air apabila ditemukan mata air di sekitar lahan terdampak, khususnya pada sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.
Melalui pemetaan sumber air, pembangunan sumur bor, serta embung, ia berharap petani dapat segera kembali menanam dan tidak kehilangan musim tanam berikutnya.
Sementara itu, wilayah yang terdampak kekeringan meliputi Kecamatan Mepanga, yakni Desa Ogotion, Kota Raya Timur, Kota Raya Tenggara, dan Kota Raya Selatan. Di Kecamatan Ongka Malino, kekeringan terjadi di Desa Lambanau.*







