PARIGI MOUTONG – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong mendorong percepatan pelaksanaan sejumlah program pertanian strategis pada 2026 guna memperkuat Swasembada Pangan di Kabupaten Parigi Moutong.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas TPHP Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, dalam Rapat Kerja Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Pemerintah Kecamatan di Kantor Camat Moutong, Senin (27/4/2026).
Dalam rapat kerja tersebut, Dadan memaparkan sejumlah program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mulai dari bantuan benih jagung, benih padi, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), program cetak sawah hingga peremajaan kakao dan kelapa.
Ia mengatakan, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan bantuan benih jagung sebanyak 33,8 ton pada 2026 atau setara kebutuhan lahan seluas 2.256 hektare sebagai bagian dari target Swasembada Pangan Nasional.
“Kalau swasembada beras sudah kita capai, sekarang tujuannya swasembada jagung lagi,” ujarnya.
Selain jagung, pemerintah pusat juga mengalokasikan bantuan benih padi untuk lahan seluas 13.089 hektare atau setara 351 ton varietas M-Tani dengan masa panen sekitar 80 hari.
Dadan menjelaskan, dari 10 titik program RJIT yang telah direalisasikan pada 2026, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena saat ini masih dilakukan pendataan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).
“Kami minta kepada kepala desa yang hadir dalam rapat kerja ini untuk segera mengajukan CPCL, baik itu RJIT, embung, parit, maupun irigasi perpompaan dan perpipaan. Program ini penting untuk mengantisipasi dampak El Nino,” ungkapnya.
Menurut dia, percepatan pengajuan CPCL menjadi langkah penting agar petani lebih siap menghadapi fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada April hingga September 2026 berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Di sektor perkebunan, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan program peremajaan kakao seluas 6.250 hektare dengan total 6.250.000 batang bibit. Pada tahap pertama, sebanyak 2.500.000 batang bibit telah disalurkan, sementara sisanya akan didistribusikan pada tahap berikutnya.
Sementara itu, untuk komoditas kelapa, Parigi Moutong mendapatkan bantuan peremajaan sebanyak 500 bibit dari total paket 2.000 bibit yang tersedia.
“Tapi paketnya 2.000 bibit. Artinya masih ada 1.500 bibit yang membutuhkan CPCL untuk peremajaan kelapa, khususnya di Kecamatan Moutong yang memiliki potensi kelapa,” kata Dadan.
Di sisi lain, program cetak sawah seluas 1.000 hektare yang diperoleh Kabupaten Parigi Moutong juga menjadi perhatian dalam rapat kerja tersebut. Dari total lahan yang telah berkontrak seluas 421 hektare, realisasi di lapangan baru mencapai sekitar 200 hektare.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyebut salah satu kendala utama dalam realisasi program itu adalah ketersediaan lahan yang memenuhi syarat.
“Kendala dalam realisasi program tersebut salah satunya soal lahan. Ini sangat disayangkan karena anggarannya sudah siap,” kata dia.
Bupati meminta Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa segera mengusulkan lahan potensial agar pelaksanaan program cetak sawah dapat berjalan optimal pada tahap berikutnya.
Ia menambahkan, program cetak sawah yang saat ini berjalan berada di dua desa di Kecamatan Taopa, meski pengerjaannya belum sepenuhnya rampung.
“Programnya belum selesai karena dari pihak TNI belum siap menyelesaikan seluruhnya. Dari penjelasan Kementerian, kemungkinan ke depan akan menggunakan mekanisme e-katalog,” pungkasnya.*








