PARIGI MOUTONG – Sebanyak 19 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Parigi Moutong, mengikuti seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga panjat tebing, Rabu (29/4/2026).
Seleksi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong bekerja sama dengan Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Parigi Moutong itu menjadi tahap awal penjaringan atlet pelajar untuk O2SN tingkat kabupaten.
Kegiatan tersebut dikhususkan bagi siswa SMP rayon II eks Parigi dan dilaksanakan di venue panjat tebing FPTI Parigi Moutong, kawasan alun-alun Kantor Bupati Parigi Moutong.
Sekretaris Pengkab FPTI Parigi Moutong, Moh. Agung Surya, mengatakan, peserta seleksi terdiri atas 12 siswa putra dan tujuh siswa putri yang berasal dari tujuh sekolah.
“Mereka berasal dari tujuh sekolah. Mulai dari SMP 2 Parigi sebanyak 4 atlet, SMP Muhamadiyah Parigi 1 atlet, SMP Negeri Model Toniasa Parigi sebanyak 3 atlet, SMP Negeri 1 Parigi Utara 1 atlet, SMP Negeri 3 Parigi 1 atlet, SMP It Ittihaadul Ummah sebanyak 3 atlet, dan SMP Satap Negeri 1 Parigi Barat sebanyak 6 atlet,” ujar Agung.
Menurut Agung, para peserta bertanding pada tiga kategori, yakni lead perorangan putra, speed world record putra, dan lead perorangan putri.
Dari hasil seleksi, sembilan siswa dinyatakan lolos dan berhak melaju ke O2SN tingkat Kabupaten Parigi Moutong.
“Kegiatan seleksi ini, kami laksanakan hanya dalam sehari. Terkait ke sembilan orang siswa yang dinyatakan lulus seleksi tersebut, nantinya akan mengikuti Training Center (TC) sebelum mengikuti O2SN tingkat Kabupaten Parigi Moutong nanti,” katanya.
Ketua Pengkab FPTI Parigi Moutong, Tri Nugrah Adhiyartha, mengapresiasi langkah Disdikbud Parigi Moutong yang memasukkan panjat tebing sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN.
Menurut dia, masuknya panjat tebing dalam O2SN membuka ruang pembinaan atlet sejak usia sekolah sekaligus membantu organisasi menjaring talenta potensial.
Ia memastikan Pengkab FPTI Parigi Moutong siap melanjutkan kolaborasi dengan Disdikbud untuk mendukung pengembangan cabang olahraga panjat tebing di kalangan pelajar.
“Kami sangat menyambut baik telah diperlombakannya cabang olahraga panjat tebing di O2SN karena sangat membantu kami untuk mencari bibit-bibit atlet,” tandasnya.*








