Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemkab Bangun Komunikasi Dengan AISKI

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
7 Desember 2017
Waktu Membaca: 1 min baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
7 Desember 2017

PARIGI MOUTONG – Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong akan mengembangkan sabut kelapa sebagai bahan dasar yang berkualitas ekspor untuk dijadikan bahan dasar jok mobil, media tanam dan bahan dasar pupuk organik. Terkait hal itu, Pemkab Parigi Moutong melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membangun komunikasi dengan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) menyangkut potensi buah kelapa yang amat besar di di daerah ini.

Melalui komunikasi dengan AISKI, Pemkab Parigi Moutong mencoba berbagi ilmu tentang bagaimana prospek pengembangan sabut kelapa mulai dari pengolahannya, pengembangannya sampai ke tahap ekspor.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Industri Hasil Hutan, Kerajinan, Logam, Mesin dan Aneka Alat Angkut Disperindag Kabupaten Parigi Moutong, Wawan Yulianto kepada Songulara, Rabu (6/12).

Wawan menjelaskan, dari hasil komunikasi dengan AISKI, ada beberapa masukan yang diperoleh diantaranya tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan dalam pengembangan sabut kelapa dengan tujuan agar kualitas yang dicapai bisa lebih baik.

Baca Juga

40 WNA Terdeteksi di Parigi Moutong, Imigrasi Telusuri Dugaan Aktivitas Pertambangan

Dari Usulan Warga hingga Diresmikan, Jembatan Garuda Buka Akses Baru di Nambaru

Gempa Bumi Terkini 5.3 M Guncang 52 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT

Sabut kelapa kata Wawan, merupakan hasil samping pengolahan kopra, minyak kelapa, arang tempurung dan briket yang sering dibuang karena dianggap kurang memiliki manfaat. Padahal jika dikelola dengan baik akan bernilai jual yang cukup tinggi.

Ia menjelaskan, serat sabut kelapa (coco fiber) merupakan produk yang dihasilkan dari pemisahan serat sabut kelapa. Hasil samping pengolahan serat sabut yaitu denu sabut (gabus) dapat diolah menjadi kompos, particle board dan coco peat, serat inilah yang di cari dipasar sebagai bahan baku jok mobil, furniture, pot maupun matras.

Sabut kelapa kata dia, juga memiliki unsur hara dan kandungan mineral yang cukup tinggi dan baik untuk pertumbuhan tanaman. Maka sabut kelapa sangat cocok dibuat menjadi pupuk organik.

Ia berharap, para pelaku IKM tidak ragu lagi dalam memproduksi, sebab sudah dibekali ilmu, disiapkan gedung, peralatan sampai pada standar operasional.

“Harapannya apa yang telah dilakukan akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong,” harapnya. Iwan Tj

ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Disperindag Dapat Kucuran Dana Rp6 Miliar

Sesudah

Jumlah Dukungan TMS Harus Diganti Dua Kali Lipat

TerkaitPostingan

40 WNA Terdeteksi di Parigi Moutong, Imigrasi Telusuri Dugaan Aktivitas Pertambangan

40 WNA Terdeteksi di Parigi Moutong, Imigrasi Telusuri Dugaan Aktivitas Pertambangan

21 Agustus 2026
Dari Usulan Warga hingga Diresmikan, Jembatan Garuda Buka Akses Baru di Nambaru

Dari Usulan Warga hingga Diresmikan, Jembatan Garuda Buka Akses Baru di Nambaru

21 Agustus 2026
100 Menit Pungut Sampah, Erwin Burase Ajak Warga Jadikan Kebersihan Budaya Hidup

100 Menit Pungut Sampah, Erwin Burase Ajak Warga Jadikan Kebersihan Budaya Hidup

18 Agustus 2026
Panen Raya di Balinggi, Bupati Erwin Ingatkan Ancaman Alih Fungsi Lahan Pertanian

Panen Raya di Balinggi, Bupati Erwin Ingatkan Ancaman Alih Fungsi Lahan Pertanian

18 Agustus 2026
Pemkab Parigi Moutong Salurkan 326,6 Ton Benih Padi M70D untuk 7.553 Petani

Pemkab Parigi Moutong Salurkan 326,6 Ton Benih Padi M70D untuk 7.553 Petani

18 Agustus 2026
Enam Motif Batik Parigi Moutong Kantongi Hak Cipta, Motif Saga Jadi Identitas Daerah

Enam Motif Batik Parigi Moutong Kantongi Hak Cipta, Motif Saga Jadi Identitas Daerah

17 Agustus 2026

Pilihan Editor

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 125 km TimurLaut PULAUSARINGI-NTB

18 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 33 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT

15 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 54 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT

19 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 75 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

17 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 77 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

16 Agustus 2026

Artikel Terkini

40 WNA Terdeteksi di Parigi Moutong, Imigrasi Telusuri Dugaan Aktivitas Pertambangan

40 WNA Terdeteksi di Parigi Moutong, Imigrasi Telusuri Dugaan Aktivitas Pertambangan

21 Agustus 2026
Dari Usulan Warga hingga Diresmikan, Jembatan Garuda Buka Akses Baru di Nambaru

Dari Usulan Warga hingga Diresmikan, Jembatan Garuda Buka Akses Baru di Nambaru

21 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.3 M Guncang 52 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT

21 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.4 M Guncang 36 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

20 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 44 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

20 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In