Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Diduga Manfaatkan IPR, Tambang Blok 6 Kayuboko Garap Lahan di Luar Titik Izin

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
5 Agustus 2026
Waktu Membaca: 4 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
5 Agustus 2026
Diduga Manfaatkan IPR, Tambang Blok 6 Kayuboko Garap Lahan di Luar Titik Izin

Foto udara kawasan pertambangan di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong. Aktivitas penambangan di lokasi tersebut diduga meluas hingga ke luar titik koordinat Izin Pertambangan Rakyat (IPR), termasuk ke area yang berbatasan dengan lahan perkebunan masyarakat dan kawasan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B). (Foto: Dok)

PARIGI MOUTONG – Aktivitas pertambangan di Blok 6 Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, diduga memanfaatkan legalitas Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk menggarap lahan di luar titik izin yang telah ditetapkan.

Berdasarkan penelusuran, dugaan tersebut mengarah pada aktivitas pertambangan di Blok 6 yang dikelola Koperasi Produsen Cahaya Sukses Kayuboko. Koperasi itu merupakan satu dari tiga pemegang IPR di kawasan WPR Kayuboko dengan luas izin sekitar enam hektare.

WPR dibentuk pemerintah sebagai ruang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan pertambangan secara legal dan terbatas sesuai wilayah yang telah ditetapkan. Namun, hasil penelusuran media ini mengindikasikan adanya dugaan aktivitas penambangan yang meluas hingga ke luar titik koordinat izin.

Dalam operasionalnya, Koperasi Cahaya Sukses Kayuboko diduga menggandeng seorang pria berinisial CPT sebagai mitra usaha, serta Mr. L yang disebut menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) pada IPR tersebut.

Baca Juga

Pemkab Parigi Moutong Segera Surati Gubernur, Minta Tambang Kayuboko Dihentikan Sementara

DPRD Parigi Moutong Dorong Percepatan Perda IPERA

Bupati Erwin Burase Tindak Lanjuti Keluhan Warga Desa Air Panas, Tambang Dihentikan Sementara

Nama Mr. L bukan sosok baru dalam aktivitas pertambangan di Kabupaten Parigi Moutong. Ia beberapa kali dikaitkan dengan aktivitas pertambangan emas ilegal di daerah tersebut. Bahkan, saat aktivitas pertambangan yang diduga ilegal berlangsung di Desa Kayuboko pada kurun 2018 hingga 2022, Mr. L disebut-sebut menjadi salah satu mitra strategis Mr. Jef.

Keberadaan Mr. L sebagai KTT pada IPR Koperasi Cahaya Sukses Kayuboko diduga menjadi dasar operasional kegiatan pertambangan. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, aktivitas yang berlangsung diduga tidak hanya berada di dalam Blok 6 sebagaimana tercantum dalam dokumen IPR.

Penelusuran media ini menemukan dugaan adanya pengerukan material yang meluas hingga keluar titik koordinat izin. Area yang diduga digarap mencakup lahan yang berbatasan dengan IPR Blok 5, kawasan perkebunan masyarakat, hingga wilayah yang masuk dalam Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B). Bahkan, salah satu fasilitas pengolahan material atau talang dilaporkan berdiri di kawasan Blok 4.

Apabila dugaan tersebut benar, aktivitas itu berpotensi bertentangan dengan ketentuan perizinan pertambangan rakyat. Sebab, sejak awal luas IPR Koperasi Cahaya Sukses Kayuboko telah disesuaikan dari sekitar 10 hektare menjadi enam hektare.

Penyesuaian itu dilakukan karena sebagian wilayah yang semula diajukan berada dalam peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga harus dikeluarkan dari area izin untuk menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang.

Sumber yang mengetahui proses perizinan menyebutkan, lahan di luar Blok 6 yang kini diduga menjadi lokasi aktivitas penambangan selama ini dikenal sebagai wilayah yang dikuasai Mr. Jef. Kondisi tersebut diduga membuat aktivitas penambangan dapat berlangsung relatif leluasa meski berada di luar titik koordinat IPR.

Jika dugaan tersebut terbukti, praktik itu berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan izin pertambangan rakyat untuk mengeksploitasi kawasan yang tidak memiliki dasar perizinan.

Dampaknya tidak hanya menyangkut aspek legalitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Aktivitas yang berlangsung di luar koordinat IPR tidak tercakup dalam dokumen pengelolaan lingkungan yang menjadi salah satu syarat penerbitan izin. Akibatnya, pembukaan lahan, pengerukan material, hingga potensi pencemaran lingkungan dikhawatirkan terjadi tanpa pengawasan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Mr. L yang telah dikonfirmasi belum memberikan tanggapan atas berbagai temuan tersebut.

Citra satelit ArcGIS kawasan pertambangan di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong. Foto: Dokumentasi/ArcGIS.

WPR pada dasarnya dibentuk pemerintah untuk memberikan ruang bagi masyarakat melakukan kegiatan pertambangan secara legal. Namun, kawasan tersebut diduga dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan bisnis di luar semangat pembentukan WPR.

Dalam operasionalnya, Koperasi Cahaya Sukses Kayuboko diduga menggandeng seorang pria berinisial CPT sebagai mitra usaha, serta Mr. L yang disebut menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) pada IPR tersebut.

Nama Mr. L bukan sosok baru dalam aktivitas pertambangan di Kabupaten Parigi Moutong. Ia beberapa kali dikaitkan dengan kegiatan pertambangan emas ilegal di daerah itu. Bahkan, ketika aktivitas pertambangan yang diduga ilegal berlangsung di Desa Kayuboko pada periode 2018 hingga 2022, Mr. L disebut-sebut menjadi salah satu mitra strategis Mr. Jef.

Keberadaan Mr. L sebagai KTT pada IPR Koperasi Cahaya Sukses Kayuboko diduga menjadi dasar legitimasi operasional pertambangan. Dengan status tersebut, ia disebut leluasa mengoperasikan alat berat dan menjalankan kegiatan penambangan.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas tersebut diduga tidak hanya berlangsung di dalam Blok 6 sebagaimana tercantum dalam dokumen IPR.

Penelusuran media ini menemukan dugaan adanya pengerukan material yang meluas hingga keluar titik koordinat izin. Area yang diduga menjadi lokasi aktivitas meliputi lahan berbatasan dengan IPR Blok 5, kawasan perkebunan masyarakat, hingga wilayah yang masuk dalam Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B). Bahkan, salah satu fasilitas pengolahan material atau talang dilaporkan berdiri di kawasan Blok 4.

Apabila dugaan tersebut benar, aktivitas itu berpotensi bertentangan dengan ketentuan perizinan pertambangan rakyat. Pasalnya, luas IPR Koperasi Cahaya Sukses Kayuboko sebelumnya telah disesuaikan dari sekitar 10 hektare menjadi enam hektare.

Penyesuaian itu dilakukan karena sebagian wilayah yang semula diajukan berada dalam peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga harus dikeluarkan dari area izin guna menghindari tumpang tindih pemanfaatan ruang.

Sumber yang mengetahui proses perizinan menyebutkan, lahan di luar Blok 6 yang kini diduga menjadi lokasi aktivitas penambangan selama ini dikenal sebagai wilayah yang dikuasai Mr. Jef. Kondisi tersebut diduga membuat aktivitas penambangan dapat berlangsung relatif leluasa meski berada di luar koordinat IPR.

Praktik tersebut juga berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan izin pertambangan rakyat apabila terbukti digunakan untuk mengeksploitasi kawasan yang tidak memiliki dasar perizinan.

Dampaknya tidak hanya menyangkut aspek legalitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Aktivitas yang berlangsung di luar koordinat IPR tidak tercakup dalam dokumen pengelolaan lingkungan yang menjadi salah satu syarat penerbitan izin. Akibatnya, pembukaan lahan, pengerukan material, hingga potensi pencemaran lingkungan dikhawatirkan terjadi tanpa pengawasan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Mr. L yang telah dikonfirmasi belum memberikan tanggapan atas berbagai temuan tersebut.***

Tag: Desa KayubokoIzin Pertambangan Rakyat (IPR)Tambang EmasWilayah Pertambangan Rakyat (WPR)WPR
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Gempa Bumi Terkini 6.4 M Guncang 221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

Sesudah

Muhammad Basuki Komitmen Kawal Aspirasi Warga Nambaru, Infrastruktur hingga Wisata Jadi Prioritas

TerkaitPostingan

Muhammad Basuki Komitmen Kawal Aspirasi Warga Nambaru, Infrastruktur hingga Wisata Jadi Prioritas

Muhammad Basuki Komitmen Kawal Aspirasi Warga Nambaru, Infrastruktur hingga Wisata Jadi Prioritas

5 Agustus 2026
Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah Jadi Fokus Rakor Kemendagri

Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah Jadi Fokus Rakor Kemendagri

4 Agustus 2026
Warga Torue Usulkan Penguatan Sektor Pertanian dan Infrastruktur dalam Reses Alfres Tonggiroh

Warga Torue Usulkan Penguatan Sektor Pertanian dan Infrastruktur dalam Reses Alfres Tonggiroh

4 Agustus 2026
Warga Dapil V Minta Jalan Produksi Dibenahi, Leli Pariani Janji Kawal di APBD

Warga Dapil V Minta Jalan Produksi Dibenahi, Leli Pariani Janji Kawal di APBD

4 Agustus 2026
54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

31 Juli 2026
Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi "Bangkalan"

Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi “Bangkalan”

31 Juli 2026

Pilihan Editor

Gempa Bumi Terkini 5.6 M Guncang 114 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT

5 Agustus 2026
Warga Dapil V Minta Jalan Produksi Dibenahi, Leli Pariani Janji Kawal di APBD

Warga Dapil V Minta Jalan Produksi Dibenahi, Leli Pariani Janji Kawal di APBD

4 Agustus 2026
Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi "Bangkalan"

Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi “Bangkalan”

31 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 6.4 M Guncang 221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

5 Agustus 2026
Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

31 Juli 2026

Artikel Terkini

Muhammad Basuki Komitmen Kawal Aspirasi Warga Nambaru, Infrastruktur hingga Wisata Jadi Prioritas

Muhammad Basuki Komitmen Kawal Aspirasi Warga Nambaru, Infrastruktur hingga Wisata Jadi Prioritas

5 Agustus 2026
Diduga Manfaatkan IPR, Tambang Blok 6 Kayuboko Garap Lahan di Luar Titik Izin

Diduga Manfaatkan IPR, Tambang Blok 6 Kayuboko Garap Lahan di Luar Titik Izin

5 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 6.4 M Guncang 221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

5 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.6 M Guncang 114 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT

5 Agustus 2026
Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah Jadi Fokus Rakor Kemendagri

Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah Jadi Fokus Rakor Kemendagri

4 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In