PARIGI MOUTONG – Persoalan drainase di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, kembali menjadi sorotan setelah banjir terus berulang setiap musim hujan. Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi PKB, Rahmawati M. Nur, mendesak pemerintah menjadikan pembenahan sistem drainase sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Desakan tersebut disampaikan Rahmawati saat melaksanakan reses masa persidangan di Kelurahan Loji, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (28/7/2026). Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai keluhan terkait genangan air yang kerap terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Parigi.
“Ini bukan lagi masalah musiman. Drainase kita memang sudah tidak mampu menampung debit air,” kata Rahmawati.
Menurutnya, persoalan drainase tidak dapat lagi dipandang sebagai masalah yang muncul secara berkala, melainkan mencerminkan belum optimalnya penanganan infrastruktur dasar di ibu kota Kabupaten Parigi Moutong.
Sejumlah wilayah, seperti Kelurahan Loji, Bantaya, Maesa, Kampal, dan Masigi, disebut menjadi kawasan yang paling sering terdampak banjir. Kondisi tersebut, kata warga, mengganggu aktivitas sehari-hari setiap kali hujan turun.
Rahmawati menegaskan aspirasi masyarakat akan dikawal dalam pembahasan program pembangunan di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah agar pembenahan drainase dapat segera direalisasikan.
“Drainase ini kebutuhan dasar. Harus jadi prioritas, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Ia mengakui kemampuan anggaran pemerintah saat ini masih dipengaruhi kebijakan efisiensi. Bahkan, dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mengalami pemangkasan sekitar 23 persen. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Menurut Rahmawati, pembangunan drainase bukan semata-mata proyek infrastruktur, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat.
“Ini menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat. Harus kita dorong terus sampai terealisasi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Parigi Moutong, H. Wardi, turut menyoroti kondisi drainase di Kota Parigi. Menurut dia, sebagai ibu kota kabupaten, Kota Parigi seharusnya memiliki sistem infrastruktur yang lebih memadai sehingga persoalan banjir tidak terus berulang. “Jangan sampai tiap hujan deras, masyarakat selalu dihantui banjir,” pungkasnya.*








