PARIGI MOUTONG – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di sekitar 2.380 hektare lahan persawahan di Kabupaten Parigi Moutong hingga akhir 2026.
Kepala BRMP Sulteng, Dr. Ruslan Boy, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi melalui sistem budidaya modern.
“Gerakan tanam padi perdana PM-AAS ini merupakan program yang digagas Bapak Menteri Pertanian untuk meningkatkan hasil produksi di tengah kondisi efisiensi anggaran,” kata Ruslan saat Gerakan Tanam Padi Perdana PM-AAS di Desa Mertasari, Kecamatan Parigi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, PM-AAS menerapkan sistem tanam rapat sehingga kepadatan rumpun tanaman meningkat dengan target produktivitas mencapai 10 ton per hektare.
Secara nasional, pengembangan PM-AAS mencakup sekitar 1.036.116 hektare lahan pertanian. Dari jumlah tersebut, Sulawesi Tengah memperoleh alokasi sekitar 24.214 hektare, sedangkan Kabupaten Parigi Moutong mendapat porsi sekitar 2.380 hektare.
Target tersebut akan dibagi ke seluruh kecamatan dan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2026.
“Saya meyakini target ini bisa kita capai. Parigi Moutong memiliki potensi besar untuk menyukseskan program ini melalui sinergi pemerintah, penyuluh, dan seluruh pelaku sektor pertanian,” ujarnya.
Ruslan menambahkan, selain menerapkan sistem tanam rapat, PM-AAS juga mengedepankan penggunaan benih unggul, modernisasi budidaya, serta efisiensi tenaga kerja guna meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh penerapan PM-AAS sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah sekaligus mendukung program nasional menuju swasembada pangan,” kata Erwin.
Gerakan tanam perdana tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, para kepala desa, penyuluh pertanian, serta petani.***








