PARIGI MOUTONG – RSUD Anuntaloko Parigi meningkatkan layanan bedah saraf dengan menghadirkan bor kraniotomi (neurosurgical drill system) senilai Rp1,3 miliar. Peralatan medis tersebut mampu memangkas durasi operasi kraniotomi sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan pasien dengan cedera kepala maupun kelainan intrakranial.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, SKM, M.Kes mengatakan pengadaan alat tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya tindakan bedah saraf.
“Alat kesehatan yang diadakan ini seharga Rp1,3 miliar. Manfaatnya saat ini sangat dirasakan karena durasi operasi bisa lebih singkat dibanding sebelumnya,” ujar Irwan di Parigi, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sebelum memiliki peralatan tersebut, RSUD Anuntaloko telah menggunakan bor kraniotomi manual yang diadakan dengan nilai sekitar Rp300 juta. Namun, penggunaan alat manual membuat proses pembedahan membutuhkan waktu lebih lama.
Menurut Irwan, tindakan kraniotomi yang sebelumnya dapat berlangsung hingga mendekati 12 jam kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar delapan jam berkat penggunaan bor kraniotomi berteknologi modern.
Selain memangkas waktu operasi, penggunaan alat tersebut juga meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja tim dokter bedah saraf selama prosedur berlangsung.
“Yang paling terpenting, sudah banyak pasien yang tertolong dengan adanya alat ini. Salah satunya korban yang mengalami cedera kepala akibat tertimpa pohon beberapa waktu lalu,” katanya.
Ia menambahkan, layanan bedah saraf di RSUD Anuntaloko tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, tetapi juga melayani pasien rujukan dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
“Belum lama ini, kami juga menangani pasien rujukan dari Kabupaten Tolitoli yang menjalani tindakan kraniotomi menggunakan alat tersebut,” ujarnya.
Irwan berharap keberadaan bor kraniotomi modern tersebut semakin meningkatkan kualitas layanan bedah saraf di RSUD Anuntaloko. Dengan demikian, pasien yang mengalami cedera kepala maupun kelainan intrakranial dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, efektif, dan aman tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.*







