PARIGI MOUTONG – DPRD Kabupaten Parigi Moutong mendesak pemerintah daerah segera menambah tenaga perawat dan petugas keamanan di Puskesmas Ongka Malino. Keterbatasan sumber daya manusia dinilai berdampak pada pelayanan kesehatan dan keselamatan tenaga medis.
“Mereka mengeluhkan sering terjadi hal yang tidak diinginkan dan meminta segera ditambah tenaga medisnya,” ujar Anggota DPRD Parigi Moutong, I Wayan Murtama, dalam sidang paripurna DPRD Parigi Moutong, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan, jumlah perawat di Puskesmas Ongka Malino saat ini sangat minim sehingga pelayanan, khususnya dalam penanganan pasien darurat, kerap tidak maksimal.
“Dengan kondisi tenaga yang terbatas, pelayanan sering kewalahan ketika ada pasien emergency,” katanya.
Selain persoalan kekurangan tenaga medis, Wayan Murtama juga menyoroti aspek keamanan di fasilitas kesehatan tersebut. Ia mengungkapkan adanya insiden kekerasan terhadap tenaga medis yang kini telah ditangani aparat penegak hukum.
“Bahkan sampai ada tindakan pemukulan terhadap tenaga medis di sana, dan itu sudah ditangani pihak berwajib,” tegasnya.
Legislator dari Fraksi Perindo itu menilai keberadaan satuan pengamanan (satpam) menjadi kebutuhan mendesak. Pasalnya, Puskesmas Ongka Malino disebut tidak memiliki pagar pembatas dan berada di wilayah yang tergolong rawan.
“Saya harap ini segera diupayakan, karena petugas medis di sana bahkan tidak mau tinggal di perumahan dinas akibat faktor keamanan,” pungkasnya.*







