Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Perampingan SKPD, Puluhan Pejabat Eselon Bakal Non Job

songulara by songulara
8 September 2016
A A

Baca Juga

Prioritaskan Putra Daerah, Pemkab Parigi Moutong Siapkan Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis

Kajian Unpad Jadi Acuan Revisi RTRW Parigi Moutong

Bappelitbangda Jabarkan Visi Gerbang Desa ke Enam Program Prioritas

PARIGI MOUTONG – Setelah sebelumnya telah dilakukan penetapan Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD terkait perampingan jumlah SKPD, puluhan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terancam bakal non job.
Ini terlihat dari telah ditetapkannnya sebanyak 18 dinas, enam badan dan dua sekretariat dan inspektorat dari jumlah yang diusulkan pemerintah sebelumnya sebanyak 23 dinas, lima badan, dua sekretariat dan inspektorat.
Akibat perampingan SKPD sesuai ketetapan DPRD itu, sedikitnya 20 pejabat eselon II, III dan IV, terancam tidak mendapatkan jabatan alias non job.
Dari jumlah tersebut sembilan orang diantaranya adalah pejabat eselon II dan 11 lainnya adalah pejabat eselon III dan IV.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Parigi Moutong, Ekka Pontoh SH MH mengatakan, potensi tidak mendapat jabatan pada sejumlah pejabat eselon tersebut sangat dimungkinkan terjadi.
Karena bila mengacu pada usulan SKPD yang telah dilakukan baik pada usulan pertama maupun perubahan kedua, sudah dilakukan sesuai dengan beberapa kajian dan pertimbangan.
Usulan jumlah SKPD oleh pemerintah kata dia sudah melalui berbagai pertimbangan berdasarkan luas wilayah, kepadatan penduduk, beban kerja, kemampuan keuangan daerah, ketersediaan aparatur daerah, visi misi kabupaten dan pengalaman Bupati sesuai kondisi daerah.
Semua pertimbangan dan kajian ini dinilai sangat fleksibel, efektif, efisien serta proporsional.
“Sekarang kami masih bingung, belum tahu mau dikemanakan para pejabat yang tidak mendapat kursi jabatan hasil perampingan,” kata Ekka, belum lama ini.
Belum lagi, ada sejumlah SKPD yang masih menuai pertanyaan karena terkesan rancu. Sebut saja kata dia tentang digabungnya Ketahanan Pangan ke Dinas Perikanan.
Meskipun keduanya serumpun namun penggabungannya dinilai rancu karena berbeda urusan. Sebab sebelumnya, pemerintah telah mengusulkan agar Ketahanan Pangan menjadi dinas.
Masih menyangkut perampingan, Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu, menilai bahwa usulan terakhir pemerintah terkait jumlah SKPD sudah sangat ideal.
Bahkan terakit usulan itu juga telah melalui proses komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Padahal jika disetujui usulan sebelumnya, maka beberapa kebutuhan daerah akan terpenuhi. Misalkan pembentukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan pertimbangan potensi peternakan yang sangat menjanjikan,” katanya.
Hanya saja, kebutuhan tersebut terpaksa urung dilakukan karena yang seharusnya dijadikan dinas malah hanya berakhir menjadi satu bidang dalam Dinas Pertanian.
“Harusnya peternakan dikelola oleh satu dinas yang berdiri sendiri,” katanya.
Lanjut dia mengatakan, tahun lalu pihaknya sudah ditawari bantuan pengembangan peternakan sapi dan inseminasi buatan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang ketika itu masih dijabat oleh Sofyan Djalil.
Namun bantuan itu kemungkinan batal diberikan karena urusan peternakan termasuk kesehatan hewan hanya dikelola oleh satu bidang yang melekat di Dinas Pertanian, bukan dikelola oleh satu dinas yang berdiri sendiri.
Demikian halnya dengan persoalan ketahanan pangan yang hanya digabung dengan Dinas Kelautan dan Perikanan. Padahal, penanganan ketahanan pangan merupakan perintah langsung Presiden, Joko Widodo terkait peningkatan ketahanan pangan nasional.
“Kenyataannya, ketahanan pangan hanya akan diurus oleh satu bidang itupun melekat dikelautan. Ini namanya persoalan di laut dibawa ke darat, jadinya tidak nyambung,” terangnya.
Menyangkut kondisi itu, Bupati dan Sekkab hanya berharap Gubenur Sulawesi Tengah, selaku perpanjangan tangan Pemerintah Pusat yang akan mengasistensi Perda, dapat menganulir keputusan DPRD. Sehingga jumlah SKPD di Kabupaten Parigi Moutong yang sebelumnya diusulkan dan telah melalui tahapan dan kajian bisa kembali dilakukan, karena telah sesuai dengan kebutuhan daerah. faiz

ShareTweet
Previous Post

PNS Ajukan Kredit Bank, Harus Kantongi Rekomendasi Bupati

Next Post

40 Tim Berlaga di Turnamen Tombolotutu Cup II

Artikel Lainnya

Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

5 Maret 2026
PBB Jadi Andalan, Bapenda Parigi Moutong Tingkatkan Pendataan Objek Tanah

PBB Jadi Andalan, Bapenda Parigi Moutong Tingkatkan Pendataan Objek Tanah

3 Februari 2026
ASN Bapenda Aksi Bersih di Pasar Sentral Parigi

ASN Bapenda Aksi Bersih di Pasar Sentral Parigi

9 Agustus 2025
30 Koperasi Terbentuk di Tiga Desa di Parigi Moutong

30 Koperasi Terbentuk di Tiga Desa di Parigi Moutong

8 Januari 2025

Mediasi Tak Temui Kata Sepakat, Kasus Dugaan Penganiayaan Lanjut ke Proses Hukum

7 November 2024

KPUD Tetapkan Amrullah-Ibrahim Paslon Pemilukada 2024

29 Oktober 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Prioritaskan Putra Daerah, Pemkab Parigi Moutong Siapkan Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis

Prioritaskan Putra Daerah, Pemkab Parigi Moutong Siapkan Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis

10 Maret 2026
Kajian Unpad Jadi Acuan Revisi RTRW Parigi Moutong

Kajian Unpad Jadi Acuan Revisi RTRW Parigi Moutong

10 Maret 2026
Bappelitbangda Jabarkan Visi Gerbang Desa ke Enam Program Prioritas

Bappelitbangda Jabarkan Visi Gerbang Desa ke Enam Program Prioritas

10 Maret 2026

Terpopuler

  • Tak Lagi Tiga Bulan Sekali, Gaji Kades di Parigi Moutong Segera Dibayar Tiap Bulan

    Tak Lagi Tiga Bulan Sekali, Gaji Kades di Parigi Moutong Segera Dibayar Tiap Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Watimpres Dijadwalkan Berkunjung ke Parigi Moutong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Suryono Hadi Terpilih Jadi Ketua IDI Cabang Parigi Moutong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Cerdas Bersama Awali Sekolah Gratis di Parigi Moutong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Basuki Kritik Pengelolaan Pasar Tematik Kayu Bura Tak Sesuai Konsep Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In