Songulara
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Muhlis : Penggelembungan Suara, Pelanggaran Paling Rawan

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
15 Mei 2018
in Daerah, Featured, Fokus, Parigi Moutong, Politik
0
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PARIGI MOUTONG – Kemungkinan terjadinya penggelembungan suara, merupakan pelanggaran paling rawan terjadi saat pelaksanaan pemungutan suara. Ini diungkapkan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Parigi Moutong, Muhlis Aswat, Selasa (15/5).

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, pihaknya akan membentuk pengawas TPS yang nantinya bertugas mengawasi jalannya proses pemungutan suara saat voting day Pilbup 2018.

Petugas pengawas TPS diharapkan mampu membendung berbagai proses dugaan penggelembungan suara.

“Yang harus diwaspadai adalah proses pengarahan massa. Misalnya, tidak menutup kemungkinan ada oknum tertentu yang mencoba mengarahkan orang di saat orang tersebut akan ke TPS dengan berbagai macam skenario,” ujarnya.

Selain itu, tiga hari menjelang pemungutan suara juga sangat rawan, karena bisa saja oknum tertentu melakukan sesuatu yang saat ini sudah sering terdengar yaitu serangan fajar. Bahkan, serangan fajar ini lebih agresif lagi, tidak hanya diwaktu fajar tetapi ada juga yang datang pada waktu siang, sore dan malam hari. Termasuk saat orang sedang ramai, oknum tertentu juga biasanya datang melakukan manuver yang melanggar ketentuan.

Olehnya, yang terpenting kata dia sosialisasi yang dilakukan pihaknya maupun KPU, sampai saat ini bisa dikatakan sudah maksimal. Tetapi masih jauh dari angka cukup, karena pihaknya hanya bisa berhenti ketika semua proses telah selesai, dan selama proses belum selesai, pihaknya kemungkinan masih diberikan ruang untuk memaksimalkan proses pengkajian, pengawasan dan pencegahan, sehingga dugaan pelanggaran sekecil apapun tidak akan mencuat sampai pada waktunya.

Panwaslu juga akan berupaya semaksimal mungkin memaksimalkan seluruh jajaran pengawasannya agar berhati-hati pada proses pelaksanaan voting day nantinya. Masyarakat juga sangat penting untuk diberikan pendidikan politik, agar mereka benar-benar  paham bahwa demokrasi itu mahal.

“Harapannya masyarakat dapat berfikir secara objektif, karena seketat apaun pengawasan yang dilakukan, tidak akan sebanding jika masyarakat menyadari bahwa pemimpin Parigi Moutong kedepan ada di tangan masing-masing, bukan karena bayaran,” pungkasnya. IWAN TJ

Previous Post

Disdikbub Launching Inovasi Proyek Perubahan Sigaraya

Next Post

Tingkatkan Kualitas Produk, Disperindag Latih IKM Soal GMP

Next Post

Tingkatkan Kualitas Produk, Disperindag Latih IKM Soal GMP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum
  • Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru
  • Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  • Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional
  • Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Recent Comments

  1. Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  2. Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  3. Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik - Songulara mengenai Pansus DPRD Rekomendasikan Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar ke APH
  4. Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional - Songulara mengenai Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
  5. DPRD Parigi Moutong Kebut Pembahasan Raperda - Songulara mengenai Mayoritas Indikator Pendidikan Parigi Moutong Lampaui Target, Disdikbud Klaim Tren Positif
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

No Result
View All Result
  • Akun Saya
  • Caleg Terpilih DPRD Parigi Moutong Periode 2019-2024
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Member Login
    • Password Reset
    • Profile
    • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In