PARIGI MOUTONG – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong menyoroti kendala teknis dalam penerapan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) yang digunakan untuk mendukung pelayanan rujukan pasien.
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengatakan kendala jaringan internet dan operator menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan sistem tersebut. Kondisi itu membuat fasilitas pelayanan kesehatan perlu memperkuat komunikasi untuk memastikan kesiapan rumah sakit sebelum pasien dirujuk.
Hal itu disampaikan Irwan dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong di ruang rapat paripurna DPRD, Senin (6/4/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan, rumah sakit, BPJS Kesehatan, serta 24 puskesmas.
“SISRUTE ini sangat bagus sebenarnya, hanya karena dioperasikan manusia dan harus didukung jaringan internet, maka terkadang ada kendala,” ucap Irwan.
Menurutnya, kendala dalam penerapan SISRUTE perlu diatasi melalui penguatan koordinasi dan pemahaman mekanisme rujukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Sebagai langkah alternatif, puskesmas dan rumah sakit membangun komunikasi melalui grup WhatsApp. Saluran komunikasi tersebut digunakan untuk mempercepat pertukaran informasi mengenai ketersediaan dokter, obat, bahan medis habis pakai (BMHP), serta ruang perawatan.
Irwan menjelaskan, informasi mengenai kondisi rumah sakit menjadi penting sebelum pasien dirujuk. Sebab, ketersediaan ruang perawatan dapat berubah sesuai dengan jumlah pasien yang sedang ditangani.
“Terkadang sudah terinformasi di Rumah Sakit ada pasien yang akan dirujuk, namun kondisi ruangan full, kalau dipaksanakan pasien tetap di rujuk, kami tetap layani dengan penjelasan diharapkan memahami kondisi yang ada. Tujuan dari SISRUTE ini bagus, hanya harus disosialisasikan agar semua memahami mekanismenya,” tandasnya.
Ia menambahkan, penguatan sosialisasi diperlukan agar petugas di setiap jenjang pelayanan memahami mekanisme SISRUTE dan dapat menjalankannya secara optimal.
Selain persoalan sistem rujukan, Irwan menyampaikan bahwa layanan rujukan bagi peserta BPJS Kesehatan pada dasarnya telah difasilitasi melalui kepesertaan yang aktif.
Dalam rapat tersebut, Komisi IV DPRD Parigi Moutong meminta pihak terkait memperkuat koordinasi dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, mengingat masih adanya keluhan masyarakat terkait layanan kesehatan.
Bappelitbangda menegaskan akan terus mengawal perencanaan dan implementasi program kesehatan secara terpadu, termasuk penguatan sistem rujukan antarfasilitas pelayanan kesehatan.*









