PARIGI MOUTONG – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Mohamad Fadli, menyerap aspirasi warga saat reses di Desa Sigenti, Kecamatan Tinombo Selatan, Minggu (24/5/2026). Dalam pertemuan itu, persoalan kesejahteraan masyarakat menjadi isu utama, mulai dari keterlambatan pembayaran gaji aparat desa hingga belum meratanya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan reses tersebut dihadiri aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga setempat. Sebagai anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera yang telah menjabat selama tiga periode di daerah pemilihan (Dapil) 2, Fadli memanfaatkan momentum itu untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tidak hanya melalui forum resmi, Fadli juga mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerap aspirasi secara langsung, terutama di wilayah pelosok desa.
Dalam dialog dengan warga, terungkap bahwa gaji aparat desa untuk bulan April hingga kini belum dibayarkan, meskipun surat keputusan (SK) pembayaran telah diterbitkan. Persoalan serupa juga disampaikan salah seorang tenaga pendidik terkait gaji guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu yang belum tuntas.
Warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait pemangkasan anggaran desa yang dinilai berpotensi menghambat jalannya pemerintahan di tingkat desa.
Selain persoalan gaji, masyarakat mengeluhkan belum meratanya pelaksanaan program MBG di wilayah Kecamatan Tinombo Selatan. Warga Desa Sigenti Selatan dan sekitarnya menyebut wilayah mereka hingga kini belum tersentuh program tersebut, sementara di kecamatan lain program itu sudah berjalan.
“Kami sebagai Perwakilan Bapak dan Ibu di Lembaga DPRD, akan menyampaikan hal ini kepada Pimpinan untuk segera dilakukan rapat koordinasi dengan Pimpinan Daerah, sekaligus melakukan koordinasi dengan instansi terkait melalui Gabungan Komisi guna mencari solusi atas keterlambatan gaji ini, termasuk mempertanyakan realisasi program MBG agar merata di Tinombo Selatan,” tegas Fadli di hadapan konstituen.
Selain menyerap keluhan terkait kesejahteraan, Fadli juga menerima sejumlah usulan pemberdayaan masyarakat. Kelompok Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Desa Sigenti mengajukan bantuan seragam, sedangkan ibu-ibu di Dusun IV Sarambu mengusulkan pengadaan bosara.
Di sektor pertanian, warga menyampaikan keinginan mengembangkan perkebunan durian montong. Menanggapi hal itu, Fadli meminta warga segera membentuk kelompok tani sebagai syarat administrasi agar proposal bantuan dapat diajukan dan diperjuangkan.
Selama ini, Fadli dikenal aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui program pokok-pokok pikiran (pokir). Tidak hanya di bidang pembangunan, ia juga kerap mendampingi warga Dapil 2 yang memiliki urusan di Parigi, terutama keluarga pasien yang menjalani rujukan di RSUD Anuntaloko Parigi dan RSIA Devina Parigi.
“Tugas legislator adalah melayani di segala situasi. Baik itu menyerap aspirasi di balai desa, mendatangi rumah warga, hingga memastikan warga kita terlayani dengan baik saat harus dirujuk ke rumah sakit kabupaten,” pungkas pimpinan Fraksi PKS-Hanura tersebut.*







