PARIGI MOUTONG – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Mustakim Kono, menyerap sejumlah aspirasi masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Kantor Desa Toraranga, Kecamatan Siniu, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, sekaligus meminta penjelasan terkait isu relokasi permukiman akibat rencana masuknya perusahaan smelter di wilayah tersebut.
Kegiatan reses tersebut dihadiri Kepala Desa Toraranga, Kepala Desa Silanga Barat, Kepala Desa Tandaigi, Kepala Desa Marantale, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Toraranga, tokoh masyarakat, serta warga dari sejumlah desa di Kecamatan Siniu.
Dalam sesi dialog, masyarakat Dusun I Desa Toraranga menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya pengadaan pipa air bersih, bantuan bibit durian Montong, pengadaan kursi untuk PKK, pemasangan instalasi listrik bagi 59 kepala keluarga, perbaikan jalan usaha tani, serta peningkatan upah pekerja lokal.
Di sela pembahasan aspirasi pembangunan, Mustakim Kono yang akrab disapa Takim juga menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait relokasi permukiman akibat masuknya perusahaan smelter. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Saya tegaskan, info itu tidak benar. Prinsip saya jelas: jika perusahaan datang untuk membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat, saya akan berdiri paling depan, bahkan bila perlu menggelar karpet merah untuk menyambut mereka. Namun, jika kehadiran perusahaan justru datang untuk menyengsarakan masyarakat, saya juga yang akan tampil di garda terdepan memimpin warga untuk bersama-sama menghadang,” tegas Takim disambut antusias warga.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat, Mustakim meminta pemerintah desa segera menyusun proposal resmi sebagai dasar administrasi agar usulan tersebut dapat diperjuangkan melalui jalur anggaran maupun program pemerintah.
Ia mengakui kondisi anggaran daerah saat ini mengalami keterbatasan akibat kebijakan efisiensi. Meski demikian, hal itu, menurut dia, tidak menjadi alasan untuk berhenti memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Saya telah mencatat seluruh aspirasi warga. Meskipun kondisi anggaran daerah tengah efisiensi, saya tidak akan tinggal diam. Saya akan terus berjuang melalui jalur politik, baik di tingkat Provinsi maupun Pusat, agar program-program yang dibutuhkan warga Siniu dapat tetap terealisasi,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Mustakim berkomitmen menjaga komunikasi intensif dengan pemerintah desa dan masyarakat agar setiap kebutuhan prioritas dapat dikawal hingga tahap realisasi. Menurut dia, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan legislatif menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan yang tepat sasaran di Kecamatan Siniu.*







