PARIGI MOUTONG – Persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Loji dan Bantaya, Kecamatan Parigi, kembali mendapat sorotan dari DPRD Parigi Moutong. Anggota DPRD, Mohammad Basuki, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) segera menuntaskan persoalan tersebut karena telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi pasti.
Desakan itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD bersama Dinas PUPRP, BPBD, dan DLH Kabupaten Parigi Moutong.
“Saya harap ini mendapatkan perhatian penting, khususnya blok dari Rumah Sakit Anuntaloko yang turun ke arah jalur Tonikota dan lainnya,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, banjir sering terjadi di wilayah Kelurahan Loji dan Bantaya, terutama di sepanjang Jalan Tonikota, Jalan Pramuka, hingga sebagian Jalan Yos Sudarso. Genangan air bahkan muncul saat hujan dengan intensitas rendah, sehingga memerlukan penanganan teknis yang serius.
Menurutnya, sekitar 70 rumah warga terdampak banjir di kawasan tersebut. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan, terutama ketika hujan turun pada malam hari.
“Ini sudah terjadi bertahun-tahun dan belum ada solusi pasti. Akibatnya masyarakat harus mengangkat kasur saat hujan,” katanya.
Basuki juga meminta dinas terkait melakukan analisis ulang terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk pembangunan drainase untuk membagi aliran air. Ia menilai drainase di perempatan Jalan Tonikota belum berfungsi optimal dan belum memberikan dampak signifikan dalam mengurangi debit air di lokasi banjir.
Ia juga menyoroti titik-titik banjir lain di ibu kota kabupaten saat hujan, seperti di Kelurahan Kampal dan Maesa. Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi berbasis analisis yang matang agar masyarakat tidak terus terdampak setiap musim hujan.
“Saya berharap ke depan masalah krusial ini segera diatasi dengan analisis yang baik, karena kasihan masyarakat harus terus terdampak setiap musim hujan,” pungkasnya.*









Comments 1