Songulara
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Pansus II Studi Komparasi di Gunung Kidul Terkait LPPL

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
12 April 2022
in Daerah, Featured, Headline, Parigi Moutong, Politik
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PARIGI MOUTONG – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kabupaten Parigi Moutong, melakukan studi komparasi di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/4) terkait Pembentukan dan Pengelolaan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Pemerintah Daerah.

Diketahui, Pansus II yang diketuai Yusuf SP tersebut, saat ini sedang merampungkan Raperda Tentang Pembentukan dan Pengelolaan Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Pemerintah Daerah yang telah mereka bahas sejak pekan lalu.

Pansus II mengunjungi Kabupaten Gunung Kidul karena di daerah ini sudah terbentuk LPPL Radio Pemerintah Daerah dan telah beroperasi sejak lama. Salah satu LPPL Radio Pemerintah Daerah yang mereka kunjungi adalah Radio “Suara Dagsinarga”.

“Kami melihat langsung ruang studio penyiarannya dan melihat bagaimana cara mereka bekerja,” kata Yusuf kepada Songulara.com.

Pansus II Studi Komparasi di Gunung Kidul Terkait LPPL
Ketua Pansus II, Yusuf SP, melihat langsung ruang studio siaran LPPL Radio Pemerintah Daerah “Dagsinarga” Gunung Kidul. Foto : Istimewa

Menurut Yusuf, selain mengunjungi langsung kantor Radio lokal tersebut, mereka juga melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah setempat khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunung Kidul untuk membahas tentang prosesi pembentukaan dan pengelolaan LPPL .

“Kami diskusi panjang untuk menambah referensi kami dalam menyelesaikan pembahasan Raperda Tentang Pembentukan dan Pengelolaan LPPL Radio Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Yusuf menganggap, studi komparasi itu perlu mereka lakukan dalam rangka memperkuat materi Raperda. Kelak jika Raperda itu disahkan menjadi Perda, maka pembentukan dan pengelolaan LPPL Radio Pemerintah Daerah di Kabupaten Parigi Moutong, sudah memiliki payung hukum dan tidak melanggar ketentuan yang diatur dalam sistem penyiaran.

“Sebelum Raperda ini disahkan, kami berharap adanya masukan dari masyarakat. Selaku Ketua Pansus tentu saya bertanggungjawab menyelesaikan pembahasan Raperda ini. Kami akan bekerja sesuai hasil kesepakatan dalam rapat antara Pansus Diskominfo selaku instansi pengusul Raperda,” katanya.

Yusuf menjelaskan, Perda Tentang Pembentukan dan Pengelolaan LPPL ini akan memberikan peluang untuk melahirkan Radio Pemerintah Daerah di tiga wilayah Kabupaten Parigi Moutong yaitu LPPL Radio Pemerintah Daerah yang beroperasi diwilayah Kecamatan Parigi dan sekitarnya, diwilayah Kecamatan Tinombo dan sekitarnya dan wilayah Kecamatan Moutong dan sekitarnya.

“Besar harapan kami, Radio Pemerintah Daerah yang akan dibentuk nanti, bisa menjadi sarana publikasi dan edukasi kepada masyarakat,” harapnya.

Ia juga berharap, Radio yang dibentuk itu lebih banyak mengangkat kearifan lokal. Misalnya mengangkat sejarah perjuangan dan kepahlawanan Tombolotutu. Sejarah Kerajaan Moutong yang mengisahkan perjuangan Raja Moutong, Raja Borman atau perjuangan Raja – Raja lainnya yang ada diwilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Kepahlawan Tombolotutu perlu diketahui lebih banyak oleh masyakarat terutama generasi muda kita,” harapnya. *Iwan

Tags: DPRDDPRD Parigi MoutongLembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL)PansusRadio
Previous Post

Sayutin, 2 Dekade Kabupaten Harus Jadi Momentum Tingkatkan Pembangunan

Next Post

Setelah Minyak Goreng, Muhidin Said Bagikan Sarung ke Pegawai Syara

Next Post

Setelah Minyak Goreng, Muhidin Said Bagikan Sarung ke Pegawai Syara

Comments 0

  1. Ping-balik: Setelah Minyak Goreng, Muhidin Said Bagikan Sarung ke Pegawai Syara’ - Songulara.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum
  • Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru
  • Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  • Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional
  • Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Recent Comments

  1. Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  2. Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  3. Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik - Songulara mengenai Pansus DPRD Rekomendasikan Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar ke APH
  4. Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional - Songulara mengenai Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
  5. DPRD Parigi Moutong Kebut Pembahasan Raperda - Songulara mengenai Mayoritas Indikator Pendidikan Parigi Moutong Lampaui Target, Disdikbud Klaim Tren Positif
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

No Result
View All Result
  • Akun Saya
  • Caleg Terpilih DPRD Parigi Moutong Periode 2019-2024
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Member Login
    • Password Reset
    • Profile
    • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In