PARIGI MOUTONG – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Badja, menyoroti rencana hibah lahan untuk pembangunan satuan Komando Resor Militer (Korem) dan asrama di Parigi Moutong.
Hal itu disampaikan Faisan Badja dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (3/3).
Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mempertimbangkan kembali lokasi yang akan digunakan agar tidak berbenturan dengan rencana tata ruang dan master plan pembangunan daerah.
“Kami mengapresiasi pembangunan satuan Korem di Kabupaten Parigi Moutong ini,” ujar Faisan Badja.
Menurutnya, kunjungan Pangdam XIII/Merdeka beberapa waktu lalu ke Kabupaten Parigi Moutong diketahui dalam rangka mengecek lokasi rencana pembangunan kantor Korem dan asrama.
Ia menjelaskan, rencana hibah lahan tersebut berada di kawasan eks Sail Tomini, Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, serta di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat.
Faisan mengatakan, lahan aset Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong di Desa Jono Kalora sebelumnya telah ditetapkan sebagai kawasan sport center atau pusat olahraga oleh bupati terdahulu.
“Bagaimana dengan ditetapkannya lokasi itu sebagai sport center? Bagaimana dengan master plan Kabupaten Parigi Moutong?” katanya.
Selain itu, ia juga mempertanyakan luas lahan yang akan dihibahkan serta konsep pembangunan asrama yang direncanakan di kawasan tersebut.
Menurutnya, kebijakan hibah lahan perlu dikaji secara matang agar tidak mengganggu rencana pengembangan pusat olahraga daerah.
Ia juga menyoroti kawasan eks Sail Tomini yang selama ini menjadi lokasi berbagai kegiatan pariwisata dan penyelenggaraan agenda pemerintah daerah.
“Seandainya kalau ada kantor Korem di situ, terus ada event Pemda apakah tidak mengganggu aktivitas Korem?” imbuhnya.
Oleh karena itu, Faisan meminta Bupati Parigi Moutong mempertimbangkan opsi lokasi lain, termasuk di wilayah bagian selatan, agar penataan kawasan strategis daerah tetap seimbang dan tidak menimbulkan tumpang tindih fungsi ruang di masa mendatang.*







