Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Daerah

Merasa Dipersulit PPK, Kontraktor Proyek Perpustakaan Akui Minta Bantuan Wabup

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
29 November 2025
A A
Merasa Dipersulit PPK, Kontraktor Proyek Perpustakaan Akui Minta Bantuan Wabup

Stenly (Kanan), Kontraktor Proyek Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong. FOTO: IKI B

PARIGI MOUTONG – Kontraktor Proyek Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong, Stenly, mengakui telah mendatangi Wakil Bupati (Wabup) Abdul Sahid untuk meminta bantuannya lantaran merasa dipersulit oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Mohammad Sakti Lasimpala, dalam proses pencairan dana per termin.

Stenly menyebut, PPK yang juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kabupaten Parigi Moutong itu sering sulit ditemui setiap kali diperlukan tanda tangan pencairan. Bahkan sejak awal, ia mengaku sudah mengalami hambatan, mulai dari kontrak yang molor dua bulan hingga tidak adanya pencairan uang muka sesuai jadwal.

“Kontrak 19 Mei, tapi uang muka baru cair 11 Juni. Padahal aturan tujuh hari setelah kontrak harus keluar. Minta tanda tangan Pak Sakti itu susah sekali. Saya cari, lari terus,” kata Stenly dalam konferensi pers, Sabtu (29/11).

Baca Juga

Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar: Adendum Ganda, Dugaan Intervensi, dan Ancaman Temuan Audit

Sangulara Sulteng Pertanyakan Pengawalan APH atas Proyek Perpustakaan yang Molor

Proyek Perpustakaan Parigi Moutong Kembali Molor, Kontrak Diperpanjang 40 Hari

Ia mengaku terpaksa menemui pimpinan daerah demi memastikan haknya sebagai kontraktor terpenuhi.

“Saya hanya minta tolong untuk hak saya, tapi pak Wabup tidak mengintervensi. Kami bekerja baik-baik,” ujarnya.

Stenly juga mengklaim hal serupa kembali terjadi saat progres mencapai 55 persen. Ia mengatakan kembali kesulitan memperoleh tanda tangan pencairan termin berikutnya sehingga harus kembali menemui Bupati dan Wabup.

“Pekerjaan 55 persen, saya ajukan pencairan 50 persen. Tanda tangan susah lagi. Akhirnya saya minta tolong ke Bupati dan Wabup,” katanya.

Untuk termin ketiga, Stenly mengaku mengajukan pencairan di angka 73 persen. Ia menegaskan bahwa tidak ada intervensi dari Bupati maupun Wabup, namun ia menggunakan surat tembusan kepada keduanya dan kejaksaan untuk permintaan perpanjangan waktu pekerjaan.

Terkait dugaan kedekatan dengan Wabup, Stenly tidak menampik bahwa ada komunikasi, namun membantah ada kepentingan lain.

“Iya ada komunikasi. Dengan Bupati juga. Tapi hanya komunikasi kerja,” tegasnya.

Ia turut menyesalkan adanya pergantian PPK sebelumnya yang dianggap lebih memahami teknis dan hanya bertugas sekitar satu bulan. Menurutnya, keterlambatan satu hari pun berdampak pada kerugian pelaksana.

Stenly mengakui adanya keterlambatan pengecoran, tetapi beralasan telah memiliki surat penjelasan dari penyedia sebagai dasar permohonan perpanjangan waktu. Ia juga membantah memaksakan perubahan spesifikasi kaca menjadi glass oneway.

“Saya hanya mau semua bertanggung jawab karena ini kaca tebal yang hanya disangga baut. Setelah disepakati dalam rapat, saya langsung pesan,” urainya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, PPK Mohammad Sakti Lasimpala justru menyampaikan hal berbeda. Ia mengungkap adanya tekanan kuat dari Wabup untuk mempercepat pencairan dana sejak termin pertama, meski progres pekerjaan belum sesuai bobot.

“Pencairan Sejak termin pertama kami sudah diintervensi,” kata Sakti kepada wartawan di Parigi, Jumat (28/11).

Sakti menceritakan awal mula tekanan itu. Ia diundang Wabup ke rumah jabatan tanpa pemberitahuan tujuan. Setiba di sana, Wabup meminta termin pertama dengan bobot 30 persen agar segera dicairkan.

“Pak Wabup bilang, ‘Pak Sakti tolong cairkan yang 30 persen.’ Saat saya tanya siapa yang punya, dia jawab: Stenly,” ujar Sakti.

Ia menolak mempercepat pencairan tanpa pemeriksaan dokumen. Meski demikian, Wabup kembali menekannya dengan alasan pihak pelaksana tidak memiliki dana untuk melanjutkan pekerjaan.

“Tekanannya cukup luar biasa,” ungkap Sakti.

Ia juga mengungkapkan, tekanan berlanjut pada termin kedua. Bobot pekerjaan baru mencapai 45 persen, namun permohonan pencairan sudah diajukan sebagai 50 persen. Sakti menyebut Wabup berkali-kali menghubunginya, bahkan hingga puluhan panggilan.

“Beliau tanya, kenapa belum dicairkan? Saya bilang, bagaimana mau dicairkan kalau bobotnya belum sampai?” katanya.

Sakti mengingatkan Wabup bahwa proyek itu masuk daftar 10 proyek strategis nasional yang diawasi langsung KPK. “Jadi semua harus sesuai ketentuan. Salah sedikit risikonya ke saya,” ujarnya.

Pada termin ketiga kata Sakti, tekanan kembali muncul. Pekerjaan baru mencapai 72 persen, tetapi permohonan dibayarkan berdasarkan bobot 75 persen.

Sakti mengatakan, pernah dipanggil Wabup saat upacara 10 November 2025. “Beliau tanya, itu dokumen Stenly? Saya jawab belum diproses karena belum memenuhi ketentuan. Beliau mendesak, Proses saja,” ujarnya.

Tak hanya dirinya, bendahara Dispusarda dan Kabag Pembangunan menurut pengakuan Sakti turut dipanggil Wabup. Sakti menilai tekanan tidak hanya berasal dari Wabup, tetapi juga pihak-pihak lain dari tingkat provinsi yang diduga ikut berkepentingan.

Akhirnya, untuk menghindari polemik berkepanjangan, pihaknya menetapkan bobot 75 persen meski progres riil baru 72 persen. “Kami tidak berniat mempersulit. Tapi kalau tidak sesuai ketentuan, kami juga punya konsekuensi hukum,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati, H. Abdul Sahid, yang dihubungi melalui WhatsApp, belum memberikan tanggapan atas dugaan intervensi tersebut. *

Tags: Abdul SahidPerpustakaanProyek Gedung PerpustakaanSakti LasimpalaStenlyWabup
ShareTweet
Previous Post

Bangunan Hampir Roboh, Relawan Amura Galang Dana untuk Sekolah Pedalaman

Next Post

Terkait Polemik Proyek Perpustakaan, LMP Kecam Dugaan Intervensi Wabup, FPK Minta Dilapor ke BPK

Artikel Lainnya

Basuki Kritik Pengelolaan Pasar Tematik Kayu Bura Tak Sesuai Konsep Awal

Basuki Kritik Pengelolaan Pasar Tematik Kayu Bura Tak Sesuai Konsep Awal

6 Maret 2026
DPRD Parigi Moutong Desak Percepatan Regulasi IPERA Tambang Rakyat

DPRD Parigi Moutong Desak Percepatan Regulasi IPERA Tambang Rakyat

4 Maret 2026
Penyusunan RKAS Sekolah Diminta Selaras Program Prioritas Pendidikan

Penyusunan RKAS Sekolah Diminta Selaras Program Prioritas Pendidikan

4 Maret 2026
DPRD Parigi Moutong Desak Penguatan SDM dan Keamanan Puskesmas Ongka Malino

DPRD Parigi Moutong Desak Penguatan SDM dan Keamanan Puskesmas Ongka Malino

4 Maret 2026
Faisan Badja Minta Pemda Kaji Ulang Lokasi Hibah Lahan Korem

Faisan Badja Minta Pemda Kaji Ulang Lokasi Hibah Lahan Korem

4 Maret 2026
Pemkab Parigi Moutong Siap Tindak Lanjuti Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun 2027

Pemkab Parigi Moutong Siap Tindak Lanjuti Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun 2027

4 Maret 2026

Comments 3

  1. Ping-balik: Terkait Polemik Proyek Perpustakaan, LMP Kecam Dugaan Intervensi Wabup, FPK Minta Dilapor ke BPK - Songulara
  2. Ping-balik: Bupati Parigi Moutong Serahkan 26.955 Kilogram Benih Jagung kepada Petani - Songulara
  3. Ping-balik: Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parigi Moutong: Adendum Ganda, Dugaan Intervensi, dan Ancaman Temuan Audit - Songulara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Basuki Kritik Pengelolaan Pasar Tematik Kayu Bura Tak Sesuai Konsep Awal

Basuki Kritik Pengelolaan Pasar Tematik Kayu Bura Tak Sesuai Konsep Awal

6 Maret 2026
Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

Kejari Parigi Moutong Targetkan Pendampingan Jaga Desa di 80 Desa pada 2026

5 Maret 2026
DPRD Parigi Moutong Desak Percepatan Regulasi IPERA Tambang Rakyat

DPRD Parigi Moutong Desak Percepatan Regulasi IPERA Tambang Rakyat

4 Maret 2026

Terpopuler

  • Dua DI Kembali Difungsikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Setubuhi Muridnya, Oknum Guru di Parigi Moutong Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Parigi Moutong Hadiri Monev BPJS Ketenagakerjaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemda Parigi Moutong Diperintahkan Bayar Ganti Rugi Lahan Kantor Bupati Rp3,7 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Penyeberangan di Desa Baliara Diminta Segera Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In