Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Air Terjun Tujuh Bidadari Boloung, Surga Tersembunyi di Parigi Moutong

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
14 Oktober 2019
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
14 Oktober 2019

PARIGI MOUTONG – Berada di ketinggian 423 Meter diatas Permukaan Laut (mdpl), Air Terjun Tujuh Bidadari di Desa Boloung, Kecamatan Moutong merupakan salah satu surga tersembunyi yang ada di Kabupaten Parigi Moutong. Betapa tidak, air terjun yang terletak sekitar delapan kilometer dari Jalan Trans Sulawesi tersebut memiliki keunikan tersendiri, dengan posisinya yang bertingkat-tingkat hingga mencapai  tujuh lantai.

“Jarang ada air terjun seperti ini, benar-benar Hidden Paradise in The World,” ujar Mohammad Barraq, salah satu anggota dari Lembaga Konsultan Pariwisata Nasional, Rakata Solution Jakarta, saat mengunjungi air terjun, Rabu (11/10).

Yang semakin mengagumkan dari Air Terjun Tujuh Bidadari adalah debit airnya yang tetap deras meskipun di musim kemarau.

Posisi air terjun paling atas, dengan terjunan air setinggi 17 meter. Dan saking derasnya, bunyi gemuruh air terjun sudah terdengar dari kejauhan.

Baca Juga

Sekab Imbau OPD Rampungkan Rundown Acara dan Dokumen Pendukung Sukseskan Harkanas

Pemkab Parigi Moutong Bakal Pihak Ketigakan Retribusi Parkir

Pemekaran Dua Kabupaten di Sulteng, Ini Kajian Muhammad J Wartabone

“Biar musim kemarau, perubahan debit air sangat sedikit,” jelas Camat Moutong Aftar Nusa, yang ikut mendampingi tim dari Rakata Solution ke lokasi air terjun. Keterangan dari Aftar Nusa juga turut diaminkan oleh Kepala Desa Boloung, Hamlan Rasimu.

Menurut Hamlan, keberadaan air terjun di desanya masih sedikit diketahui orang.

“Saya sendiri baru dua kali ke sini, yang pertama ketika mendampingi Pak Bupati,” ujar Hamlan.

Pengakuan Kades Boloung soal jarangnya orang yang mengetahui keajaiban alam ini, mungkin ada benarnya, apabila kita membandingkan dengan sulitnya akses ke lokasi air terjun. Mobil hanya bisa masuk sekitar dua kilometer melalui jalan rintisan dengan medan berbatu cadas dan sangat sempit, setelah itu perjalanan hanya bisa dilanjutkan dengan menggunakan sepeda motor trail, itupun hanya sepanjang dua kilometer. Selanjutnya harus berjalan kaki dengan jarak yang sama, yakni dua kilometer hingga ke air terjun tingkat pertama. Untungnya, jarak air terjun tingkat pertama hingga tingkat tujuh tidak berjauhan. Pengunjung hanya harus memiliki kemampuan dan nyali untuk mendaki di bebatuan sungai dan melalui hutan lebat di sekitarnya.

Diberi Nama oleh Bupati Parigi Moutong

Terkait nama, Tujuh Bidadari merupakan pemberian dari Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu usai mengunjungi air terjun beberapa waktu lalu.

Samsurizal sapaan akrabnya, menganalogikan Air Terjun Boloung sebagai tempat mandi bidadari karena keindahannya.

“Kenapa harus tujuh bidadari?, karena air terjun itu tujuh tingkat. Jadi saya beri nama Air Terjun Tujuh Bidadari, jika mau lebih keren kita bisa gunakan bahasa inggrinya, yaitu Seven Angel’s Water Fall,” ungkapnya.

Pohon Rambutan Hitam Tumbuh di Sekitar Air Terjun

Air Terjun Tujuh Bidadari di Deda Boloung, semakin menarik dengan tumbuhnya pohon rambutan yang buahnya berwarna hitam.

“Saya juga tidak tahu sebabnya, kenapa ada beberapa pohon rambutan yang buahnya berwarna hitam tumbuh di sini,” jelas Kades Boloung, Hamlan, seraya menunjukan sejumlah pohon rambutan hitam kepada Tim Rakata Solution. Sayangnya saat itu bukan musim rambutan, sehingga rombongan tidak sempat mencicipi buahnya.

Dikatakan Hamlan, pohon rambutan yang tergolong rambutan hutan itu tumbuh sendiri tanpa ada orang yang menamamnya dan hanya tumbuh di sekitar Air Terjun Bidadari.

“Pohon rambutan seperti ini hanya ada di sini,”ungkapnya.

Lebih lanjut kata Hamlan, Bupati Parigi Moutong, H Samsurizal Tombolotutu telah meminta kepadanya untuk mencari anakan pohon rambutan hitam yang dimaksud guna untuk pembibitan dan dikembangkan di tempat lain.

“Saya dengar dari Pak Bupati, Rambutan Hitam ini akan dipamerkan saat acara Hari Pangan Sedunia tahun depan,” tandas Hamlan.

Tag: Kabupaten Parigi MoutongWisata Air Terjun
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Anggota DPRD Minta Dukcapil Dekatkan Pelayanan Terintegrasi

Sesudah

Come Aimo Equator 10K, Lomba Lari di Dua Belahan Bumi

TerkaitPostingan

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

19 September 2026
Forum Koperasi Pertambangan Rakyat Dorong Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

Forum Koperasi Pertambangan Rakyat Dorong Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

19 September 2026
Tambang Kayuboko Berujung Gugatan PTUN, JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati

Tambang Kayuboko Berujung Gugatan PTUN, JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati

19 September 2026
Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

16 September 2026
47 Kasus Kusta Ditemukan di Parigi Moutong, Dinkes Perkuat Deteksi Dini

47 Kasus Kusta Ditemukan di Parigi Moutong, Dinkes Perkuat Deteksi Dini

16 September 2026
Bupati Erwin Bentuk Tim Terpadu, Dugaan Permainan BBM Bersubsidi Diselidiki

Bupati Erwin Bentuk Tim Terpadu, Dugaan Permainan BBM Bersubsidi Diselidiki

15 September 2026

Pilihan Editor

Tambang Kayuboko Berujung Gugatan PTUN, JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati

Tambang Kayuboko Berujung Gugatan PTUN, JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati

19 September 2026
Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

16 September 2026
Tenaga Kerja Konstruksi Dituntut Kompeten, PUPRP Parigi Moutong Gelar Pelatihan dan Uji Sertifikasi

Tenaga Kerja Konstruksi Dituntut Kompeten, PUPRP Parigi Moutong Gelar Pelatihan dan Uji Sertifikasi

15 September 2026
Pemkab Parigi Moutong Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Bidik Wajib Pajak Belum Terdata

Pemkab Parigi Moutong Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Bidik Wajib Pajak Belum Terdata

15 September 2026
Hestiwati Dorong Posyandu 6 SPM, 18 Kecamatan di Parigi Moutong Mulai Terapkan Pelayanan Dasar Terintegrasi

Hestiwati Nanga Ubah Peran Posyandu di Parigi Moutong, 18 Kecamatan Terapkan 6 SPM

13 September 2026

Artikel Terkini

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

Erwin Burase Minta PHBI dan BKMT Tak Sekadar Jalankan Kegiatan Seremonial

19 September 2026
Forum Koperasi Pertambangan Rakyat Dorong Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

Forum Koperasi Pertambangan Rakyat Dorong Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

19 September 2026
Tambang Kayuboko Berujung Gugatan PTUN, JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati

Tambang Kayuboko Berujung Gugatan PTUN, JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati

19 September 2026
Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

Seragam Gratis Belum Menjangkau Madrasah, DPRD Parigi Moutong Minta Pemkab Perluas Program

16 September 2026
47 Kasus Kusta Ditemukan di Parigi Moutong, Dinkes Perkuat Deteksi Dini

47 Kasus Kusta Ditemukan di Parigi Moutong, Dinkes Perkuat Deteksi Dini

16 September 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In