Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemberian TPP Perlu Kedepankan Asas Pemerataan dan Kepatuhan

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
27 Maret 2019
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
27 Maret 2019

Baca Juga

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 42 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 44 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU

54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

PARIGI MOUTONG – Rencana pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP) disambut antusias Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah telah melakukan sosialisasi tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ini di aula lantai dua kantor Bupati, Senin (25/3).
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Dra Alina A Deu MSi mengatakan, TPP merupakan salah satu bentuk reward atau penghargaan kepada ASN. TPP diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan ASN sehingga produktifitas, motivasi, disiplin, dan kinerja meningkat. “TPP juga diberikan kepada ASN berdasarkan kriteria, beban kerja, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja, tempat bertugas, kelas dan nilai jabatan,” kata Alina A Deu.
Namun, kata Alina ada parameter yang harus dipenuhi dalam pemberian TPP tersebut. Jika parameter tersebut tidak dapat dipenuhi oleh ASN, konsekuensinya akan dilakukan pemotongan TPP. Parameter tersebut mencakup aspek perilaku kerja dan prestasi kerja. Aspek perilaku kerja terdiri dari tidak masuk kerja, tidak mengikuti upacara, tidak mengikuti apel pagi dan pulang lebih cepat.
Sementara, untuk aspek prestasi kerja terdiri dari kebenaran hasil pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan dan ketepatan penggunaan bahan atau perlengkapan kerja “Aspek perilaku kerja dapat dilihat dari tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. ASN yang tugas belajar tetapi tidak melapor kembali setelah selesai menjalankan tugas belajar serta ASN pulang cepat yaitu meninggalkan tempat bekerja sebelum ketentuan jam pulang bekerja yang telah ditentukan,” ungkapnya.
Alina menambahkan, bobot nilai aspek perilaku kerja sebesar 60 persen. Sehingga bagi ASN yang tidak masuk kerja mendapatkan potongan TPP 4 persen, tidak mengikuti upacara 3 persen, tidak mengikuti apel pagi dan absen pagi 1 persen dan pulang cepat sebesar 3 persen. “Khusus untuk bobot nilai aspek prestasi kerja sebesar 40 persen. Indikatornya meliputi kebenaran hasil pekerjaan 50 persen, ketetapan waktu penyelesaian pekerjaan 30 persen dan ketepatan penggunaan bahan perlengkapan kerja sebesar 20 persen,” paparnya.
Dalam pertemuan itu, peserta yang hadir tidak mempersoalkan berapa besaran potongan TPP. Yang banyak dipertanyakan justru pada angka atau berapa besaran yang akan diterima ASN berdasarkan kelas jabatan dan golongan. “Saya hanya mau bertanya berapa besaran TPP setiap ASN dan kapan dibayarkan,” ujar Camat Toribulu, Drs. H. Hamzah.
Peserta lainnya menyarankan agar tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang diberikan kepada ASN, tetap mempertimbangkan asas pemerataan dan kepatuhan. “Rekomendasi BPK RI, harusnya pemberian TPP diberikan kepada seluruh OPD, bukan hanya lima OPD. Kita ingin memperbaiki kesalahan itu, jangan sampai terulang lagi,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Yasir, SE MM.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran SSTP, MAP yang juga hadir mengikuti sosialisasi itu mengatakan, pemberian TPPdibayarkan berdasarkan beban kerja, tanggungjawab dan resiko pekerjaan.
Namun katanya, pemberian TPP itu juga harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Mantan Kadis PUPRP Kabupaten Parigi Moutong ini menyarankan, agar tim yang menyusun regulasi pemberian TPP ini untuk kembali duduk bersama mencari formulasi yang ideal sehingga pemberian TPP itu tidak menimbulkan polemik. “Yang perlu menjadi pertimbangan, jangan sampai ada pegawai yang ‘berkeringat’ jutru mendapatkan TPP yang tidak sesuai dengan beban kerjanya. Sebaliknya ada pegawai yang ‘tidak berkeringat’ justru memperoleh TPP yang besar,” kata Zulfinasran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah H, Ardi SPd MM yang menghadiri langsung sosialisasi itu memastikan TPP bagi ASN di Kabupaten Parigi Moutong akan dibayarkan sekitar April atau Mei 2019, sembari menunggu regulasi pelaksanaannya dalam bentuk Peraturan Bupati “Insya Allah akan dibayarkan, apakah sebelum atau sesudah lebaran kita menunggu aturan pelaksanaannya dalam bentuk Peraturan Bupati,” kata Sekretaris Daerah.

ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

30 Desa di Parigi Moutong Telah Ajukan Pencairan DD

Sesudah

Samsurizal : Saya Tetap Perhatikan Kecamatan Moutong

TerkaitPostingan

54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

31 Juli 2026
Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi "Bangkalan"

Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi “Bangkalan”

31 Juli 2026
Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

31 Juli 2026
Bappelitbangda Parigi Moutong Ajukan HAKI Durian Montong ke Kemenkum

Bappelitbangda Parigi Moutong Ajukan HAKI Durian Montong ke Kemenkum

31 Juli 2026
Pemkab Parigi Moutong Segera Surati Gubernur, Minta Tambang Kayuboko Dihentikan Sementara

Pemkab Parigi Moutong Segera Surati Gubernur, Minta Tambang Kayuboko Dihentikan Sementara

30 Juli 2026
Krenova 2026 Tetap Digelar, Bappelitbangda Parigi Moutong Fokuskan Lomba untuk Masyarakat dan OPD

Krenova 2026 Tetap Digelar, Bappelitbangda Parigi Moutong Fokuskan Lomba untuk Masyarakat dan OPD

31 Juli 2026

Pilihan Editor

BRMP Sulteng Targetkan PM-AAS di 2.380 Hektare Sawah Parigi Moutong

BRMP Sulteng Targetkan PM-AAS di 2.380 Hektare Sawah Parigi Moutong

28 Juli 2026
Bupati Erwin Burase: PM-AAS Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan

Bupati Erwin Burase: PM-AAS Langkah Nyata Menuju Swasembada Pangan

28 Juli 2026
Pemkab Parigi Moutong Segera Surati Gubernur, Minta Tambang Kayuboko Dihentikan Sementara

Pemkab Parigi Moutong Segera Surati Gubernur, Minta Tambang Kayuboko Dihentikan Sementara

30 Juli 2026
DPRD Parigi Moutong Pertanyakan Waktu Penyaluran DBH, Pemprov Sebut SK Rp24 Miliar Sudah Terbit

DPRD Parigi Moutong Pertanyakan Waktu Penyaluran DBH, Pemprov Sebut SK Rp24 Miliar Sudah Terbit

28 Juli 2026
Disdikbud Parigi Moutong Percepat Penyaluran Seragam Sekolah Gratis untuk 14.125 Siswa Baru

Disdikbud Parigi Moutong Percepat Penyaluran Seragam Sekolah Gratis untuk 14.125 Siswa Baru

29 Juli 2026

Artikel Terkini

Gempa Bumi Terkini 5.1 M Guncang 42 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU

1 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 44 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU

1 Agustus 2026
54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

54 Kasus dalam Enam Bulan, Polisi Ungkap Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak di Parigi Moutong Didominasi Orang Terdekat

31 Juli 2026
Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi "Bangkalan"

Bappelitbangda Parigi Moutong Teliti Penyebab Gagal Panen Durian, Siapkan Formula Pupuk untuk Atasi “Bangkalan”

31 Juli 2026
Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

Parigi Moutong Genjot Hilirisasi Kelapa, Produktivitas Ditargetkan Naik hingga Dua Kali Lipat

31 Juli 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In