Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Daerah

Bupati: Petugas Kesehatan RS Harus Utamakan Nyawa Pasien

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
10 Juni 2017
A A

PARIGI MOUTONG- Bupati Parigi Moutong meminta kepada seluruh petugas kesehatan di Rumah Sakit (RS) untuk lebih mendahulukan pelayanan dan menyelamatkan nyawa pasien dibanding biaya administrasi. Karena sejatinya, keberadaan sarana dan prasarana kesehatan tidak lain untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat seputar pelayanan kesehatannya.

Samsurizal menginginkan kedepan tidak ada lagi insiden lambannya proses pelayanan terhadap pasien seperti kasus persalinan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko belum lama ini, karena keterlambatan proses administrasi pembiayaan pasien.

Petugas kesehatan terutama yang melakukan pelayanan baik di UGD, ruang bersalin, rawat inap dan pelayanan di RS lainnya, harus lebih mengedepankan penanganan pasien terlebih dahulu ketimbang proses administrasi.

Baca Juga

Status Siaga Masih Berlaku hingga 28 Februari, Posko Terpadu Karhutla Dibubarkan

Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

DP3AP2KB Dampingi Remaja Korban Dugaan Persetubuhan Guru PPPK di Parigi Moutong

“Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya sudah harus mendapat penanganan medis apalagi keselamatannya terancam menjadi terhalang karena harus menyelesaikan proses administrasi terlebih dahulu. Urusan petugas medis itu hanya melayani pasien, urusan adminitrasi biaya yang dibebankan ke pasien, itu menjadi urusan antara pasien dengan penanggung jawab RS,” tegas Bupati, H Samsurizal Tombolotutu, kepada sejumlah awak media di Rujab Bupati, Jumat (9/6) malam.

Bupati mengaku banyak menerima laporan, terkait petugas kesehatan utamanya di ruangan dan UGD RS terkesan menunda-nunda pelayanan pasien, hanya karena masalah administrasi pasien yang belum dilengkapi.

“Itu bukan tugas kalian (petugas medis). Tugas kalian itu hanya melayani pasien sesuai tupoksi yang diberikan. Jangan juga petugas medis berlagak menjadi penanggung jawab RS apalagi sampai harus menagih pembayaran terlebih dahulu baru melayani. Barang siapa yang menemukan ada petugas RS yang melakukan hal tersebut, segera laporkan,” terangnya.

Dirinya tidak mau, upaya pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi bias dan dipahami negatif masyarakat, karena ulah petugas kesehatan yang melaksanakan tugas diluar kewenangannya.

Memang benar bahwa dalam pelaksanaan pelayanan katanya ada kaitannya dengan pembiayaan dan proses administrasi. Tetapi hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang petugas medis di RS untuk melayani apalagi sampai memberatkan masyarakat. FAIZ

ShareTweet
Previous Post

SABAR Paling Siap Diusung PBB

Next Post

Berbagi, Dinsos dan PKH Buka Bersama Anak Yatim

Artikel Lainnya

Status Siaga Masih Berlaku hingga 28 Februari, Posko Terpadu Karhutla Dibubarkan

Status Siaga Masih Berlaku hingga 28 Februari, Posko Terpadu Karhutla Dibubarkan

13 Februari 2026
Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

13 Februari 2026
DP3AP2KB Dampingi Remaja Korban Dugaan Persetubuhan Guru PPPK di Parigi Moutong

DP3AP2KB Dampingi Remaja Korban Dugaan Persetubuhan Guru PPPK di Parigi Moutong

13 Februari 2026
Kunjungan Menteri Transmigrasi ke Parigi Moutong Ditunda, Lima Kecamatan Akan Jadi Kawasan Transmigrasi

Kunjungan Menteri Transmigrasi ke Parigi Moutong Ditunda, Lima Kecamatan Akan Jadi Kawasan Transmigrasi

13 Februari 2026
Gerakan Tanam Jagung di Lobu Mandiri, Bupati Erwin Dorong Lahan Tidur Produktif

Gerakan Tanam Jagung di Lobu Mandiri, Bupati Erwin Dorong Lahan Tidur Produktif

12 Februari 2026
Perkuat Tata Kelola Pesisir, Pemkab Parigi Moutong Gelar FGD Ekonomi Biru

Perkuat Tata Kelola Pesisir, Pemkab Parigi Moutong Gelar FGD Ekonomi Biru

12 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Status Siaga Masih Berlaku hingga 28 Februari, Posko Terpadu Karhutla Dibubarkan

Status Siaga Masih Berlaku hingga 28 Februari, Posko Terpadu Karhutla Dibubarkan

13 Februari 2026
Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

13 Februari 2026
DP3AP2KB Dampingi Remaja Korban Dugaan Persetubuhan Guru PPPK di Parigi Moutong

DP3AP2KB Dampingi Remaja Korban Dugaan Persetubuhan Guru PPPK di Parigi Moutong

13 Februari 2026

Terpopuler

  • Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur

    Diduga Setubuhi Muridnya, Oknum Guru di Parigi Moutong Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar: Adendum Ganda, Dugaan Intervensi, dan Ancaman Temuan Audit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Perpustakaan Parigi Moutong Kembali Molor, Kontrak Diperpanjang 40 Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sangulara Sulteng Pertanyakan Pengawalan APH atas Proyek Perpustakaan yang Molor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In