PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Juita, korban pohon tumbang di Jalan Lida Gimba, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, yang wafat setelah menjalani operasi di RSUD Undata Palu, Sulawesi Tengah, Senin (13/04/2026) sore.
Juita merupakan satu dari tiga korban dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/04/2026). Ia sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Anuntaloko Parigi sebelum dirujuk ke RSUD Undata Palu bersama korban lainnya, Safha Gisela Anastasya.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Undata Palu, dr. Maynard Maramis, Sp.B, mengatakan pasien menjalani tindakan operasi sejak Minggu malam (12/04/2026) hingga Senin dini hari (13/04/2026). Namun, kondisi pasien memburuk setelah operasi hingga akhirnya meninggal dunia.
“Penyebab kematian pasien kami duga akibat serangan jantung mendadak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien mengalami cedera serius akibat benturan saat kejadian.
“Akibat benturan yang hebat, usus halus dan limpa pasien mengalami robekan tidak beraturan sehingga harus dilakukan tindakan operasi,” jelasnya.
Maynard menegaskan tim medis telah berupaya maksimal dalam penanganan pasien, tetapi kondisi pasien tidak dapat tertolong.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun hasil akhir, Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak lain,” ujarnya.
Mendapat kabar duka tersebut, Bupati Erwin Burase langsung mendatangi RSUD Undata Palu. Saat bertolak, ia didampingi istri yang juga Ketua TP-PKK, Hj. Hestiwati Nanga.
Bupati menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kemarin waktu kita jenguk di rumah sakit, sempat ngobrol bersama saya. Saya kira yang dirujuk ke Undata itu anaknya, mengingat anaknya saat itu masih dirawat di ICU,” ujar bupati.
Ia juga memastikan kebutuhan keluarga korban ditangani dengan cepat, termasuk permintaan agar jenazah tidak ditempatkan di ruang jenazah rumah sakit.
Melalui koordinasi dengan pihak RSUD Undata Palu, ambulans disiapkan dalam waktu sekitar 30 menit. Pada pukul 18.25 Wita, jenazah kemudian dipulangkan ke kediaman almarhumah di Desa Boyantongo.
Bupati turut mengapresiasi pelayanan pihak RSUD Undata Palu yang dinilainya sigap dalam menangani pasien.
“Tadi kata dokter, belum 24 jam dirawat di Undata, sudah dilakukan tindakan operasi. Ini bentuk keseriusan dan perhatian dari pihak rumah sakit,” ungkap bupati.
Sementara itu, satu korban lainnya, Eizan Alfariq Ramadhan, balita berusia empat tahun, meninggal dunia saat menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Anuntaloko Parigi sesaat setelah kejadian.*








