PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah Parigi Moutong mengubah skema penyaluran bantuan isi ulang tabung gas LPG 3 kilogram bagi masyarakat kurang mampu agar lebih tepat sasaran dan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, Irwan, SKM, M.Kes mengatakan perubahan tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah mengevaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya.
“Awalnya target kita adalah bantuan setiap bulan. Namun karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan efisiensi, saat ini kita upayakan penyalurannya dilaksanakan pada hari-hari besar keagamaan,” ujar Irwan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, bantuan isi ulang LPG 3 kilogram tersebut rencananya akan disalurkan menjelang Idul Fitri serta perayaan Natal dan Tahun Baru. Pemerintah daerah menilai pada periode tersebut kebutuhan rumah tangga masyarakat cenderung meningkat.
Selain menyesuaikan waktu penyaluran, pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian terhadap sasaran penerima bantuan. Jika sebelumnya program tersebut hanya menyasar kelompok masyarakat Desil 1, kini cakupannya diperluas hingga Desil 4.
Irwan menjelaskan, penyesuaian sasaran penerima bantuan dilakukan setelah pemerintah menemukan kondisi di lapangan bahwa sebagian masyarakat yang masuk kategori Desil 1 belum menggunakan kompor gas dalam aktivitas sehari-hari.
“Karena itu kita perlu menyesuaikan sasaran agar bantuan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong tengah melakukan proses verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan guna memastikan program tersebut dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Irwan menegaskan, program bantuan LPG 3 kilogram tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
“Program ini tetap akan dilanjutkan sambil terus kita evaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkas Irwan.*







