PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menegaskan bahwa pembahasan pertambangan di daerahnya belum menjadi prioritas. Ia meminta seluruh pihak menunda wacana tambang sampai ada kajian akademis dan analisis dampak lingkungan yang memadai. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat kegiatan penanaman perdana dan penyerahan bibit durian 2025 di Kecamatan Taopa, Selasa (9/12).
Menurut Erwin, pemerintah daerah saat ini ingin fokus pada sektor pertanian dan perkebunan, terutama penguatan komoditas durian.
“Jangan dulu bicara tambang ke saya. Kita benahi dulu sektor durian ini. Tambang bisa dikaji, tapi harus melalui kajian akademis dan dampak lingkungan yang mendalam,” tegasnya.
Untuk persiapan kajian lingkungan, ia mengungkapkan bahwa Pemda Parigi Moutong telah bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam penelitian kandungan mineral serta analisis dampak lingkungan di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi tambang. Kerja sama ini juga mencakup riset penyakit tanaman kakao dan durian, serta komoditas perkebunan lainnya.
Upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan dengan rencana mengirimkan 30 pelajar asal Parigi Moutong ke Fakultas Geologi Unpad yang seluruh biaya pendidikan akan ditanggung pemerintah daerah.
Bupati Erwin juga menyampaikan bahwa keterbatasan APBD, yang sebagian besar terserap untuk belanja pegawai hingga Rp1,1 triliun dari total Rp1,7 triliun, membuat pemerintah harus menetapkan prioritas pembangunan secara ketat. Dengan anggaran terbatas tersebut, kajian dan perencanaan pertambangan dianggap belum mendesak dibanding penguatan sektor pertanian yang menopang ekonomi masyarakat.*








Comments 2