POSO, SONGULARA.COM – Antrean Bahan Bakar Minyak ( (BBM) dan pemadaman listrik bergilir menjadi dua persoalan yang disoroti Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorda) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Tentena, Kabupaten Poso, Jumat, 16 Oktober 2026.
Anwar menyebut antrean BBM terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Kendala pasokan yang bergantung pada kapal serta belum adanya data terpadu mengenai stok dan antrean dinilai merugikan petani dan nelayan.
“Diketahui diantaranya ada kendala pasokan yang bergantung kapal, belum ada data terpadu stok dan antrianya. Sehingga petani dan nelayan dirugikan,” terangnya.
Selain persoalan BBM, Anwar menyoroti defisit daya listrik di Sulawesi Tengah yang menyebabkan pemadaman bergilir. Menurut dia, kondisi tersebut turut berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aktivitas ekonomi.
Keterbatasan ketersediaan listrik, kata Anwar, masih menjadi salah satu masalah ketahanan energi di Sulawesi Tengah.
Persoalan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Anwar Hafid. Rapat itu juga membahas pelaksanaan program Asta Cita Presiden dan sejumlah isu lokal di Sulawesi Tengah.
Pada program MBG, Anwar meminta seluruh bupati memberi perhatian terhadap pelaksanaannya, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“MBG saat ini lagi dievaluasi besar-besaran. Pak Presiden mengarahkan sekarang ke daerah 3T, di wilayah 3T masyarakat sangat butuh,” jelasnya.
Menurut Anwar, wilayah 3T merupakan kantong kemiskinan di Sulawesi Tengah. Ia meminta para bupati segera memantau pelaksanaan MBG dan menyampaikan laporan tertulis mengenai realisasinya setelah rapat koordinasi.
Anwar juga mengusulkan satu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) percontohan di setiap kabupaten. Koperasi tersebut akan didampingi hingga mampu menjalankan kegiatan usaha dari hulu ke hilir.
Ia menilai KDMP di Sulawesi Tengah saat ini sudah tersedia secara fisik, tetapi belum bergerak maksimal. Pemerintah provinsi akan menyiapkan hadiah bagi kabupaten dan kota yang dinilai berhasil mengembangkan koperasi percontohan.
Pada sektor ketahanan pangan, Anwar menyebut Sulawesi Tengah memperoleh surplus produksi beras sebesar 20 persen. Namun, ia mengingatkan persoalan kemarau yang dihadapi daerah.
“Masalah saat ini adalah kita menghadapi kemarau, jadi daerah yang membutuhkan pompa air menyurat bisa segera ke Kementerian,” ucap Anwar Hafid.
Anwar juga menyampaikan data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah. Kabupaten Parigi Moutong dan Tojo Una-Una disebut sebagai daerah dengan wilayah terdampak terluas.
“Sebanyak 192 titik Karhutla atau 1.909,03 hekatare,” pungkasnya.*







