PARIGI MOUTONG, SONGULARA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menargetkan cakupan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) mencapai 80 persen pada triwulan IV 2026, setelah realisasi hingga triwulan III baru menyentuh 46 persen. Upaya memperluas deteksi dini itu diperkuat melalui pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Jumat, 16 Oktober 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong per Agustus 2026, jumlah terduga TBC yang tercatat mencapai 6.231 orang. Cakupan penemuan dan pemeriksaan kasus meningkat dari 15 persen pada triwulan I menjadi 32 persen pada triwulan II, kemudian mencapai 46 persen atau 1.816 orang pada triwulan III.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Darlin, S.KM., M.Kes., mengatakan penanganan TBC membutuhkan gerak cepat dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat pemerintahan desa.
Di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, penanggulangan TBC dijalankan melalui gerakan “Berani Magaya” (Berantas Infeksi TBC Mahasiswa, Jaga, dan Sayang Keluarga). Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, pemerintah daerah meluncurkan gerakan “Marilibas TBC” (Masyarakat Mandiri, Peduli, dan Bebas TBC).
Desa Kayuboko menjadi desa kedua di Kabupaten Parigi Moutong yang secara mandiri membentuk Desa Siaga TBC, setelah Desa Baliara. Pembentukan tersebut merupakan pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Menteri Kesehatan.
Darlin mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa dan kecamatan dalam pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, komitmen pemerintah setempat menjadi alasan Dinas Kesehatan memberikan perhatian terhadap kegiatan di Kayuboko.
“Ini yang kami apresiasi. Kami hadir dengan komposisi penuh ini dari Dinas Kesehatan, bukan karena dilaksanakannya di desa. Tetapi karena ada komitmen dari kepala desa, pemerintah desa, camat, mereka melaksanakan ini, inilah yang kami apresiasi,” ujar Darlin.
Di Desa Kayuboko, tercatat 14 orang terduga TBC. Dari jumlah tersebut, 10 orang disebut telah dinyatakan sembuh total setelah menjalani pengobatan secara teratur.
Untuk memperkuat deteksi dini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga mengupayakan pemenuhan sarana pendukung melalui Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah mengusulkan rehabilitasi 19 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan delapan Puskesmas.
Selain itu, Kabupaten Parigi Moutong dijadwalkan menerima bantuan pengadaan unit X-ray mobile. Peralatan tersebut direncanakan untuk mempermudah pemeriksaan rontgen paru langsung di desa tanpa mengharuskan pasien dirujuk ke rumah sakit.*







