Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah Parigi Moutong Advertorial

Parigi Moutong Perkuat Ekonomi Desa Melalui Program Gerbang Desa untuk Indonesia

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
15 September 2025
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
17 September 2025
Parigi Moutong Perkuat Ekonomi Desa Melalui Program Gerbang Desa untuk Indonesia

Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran A Tiangso. (Foto: IST)

PARIGI MOUTONG – Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran A Tiangso, meluncurkan inisiatif “Dari Gerbang Desa untuk Indonesia” sebagai upaya kolaboratif memperkuat lembaga ekonomi lokal dalam ekosistem distribusi pangan.

Program ini, menitikberatkan pada pemberdayaan Perumda, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Langkah tersebut, ditempuh untuk menjawab persoalan klasik distribusi pangan, mulai dari ketidakseimbangan produksi dan permintaan, biaya logistik yang tinggi, hingga minimnya transparansi harga.

Kondisi itu, selama ini membuat petani sulit mengakses pasar dan kerap tidak memperoleh harga jual yang adil.

“Lembaga ekonomi di daerah tidak berperan aktif sebagai penggerak ekonomi lokal, sehingga memengaruhi ketimpangan harga beli di petani dan melambungnya harga jual ke konsumen,” ujar Zulfinasran A Tiangso saat memaparkan program penguatan Lembaga Ekonomi Daerah di ruang kerjanya, Senin, 15 September 2025.

Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran A Tiangso saat memaparkan program penguatan Lembaga Ekonomi Daerah di ruang kerjanya, Senin, (15/9). (Foto: IST)

Menurut data per Agustus 2025, Indonesia telah memiliki 33.000 BUMDes dan 81.500 Kodeskel Merah Putih yang berbadan hukum.

Program ini, juga selaras dengan kebijakan nasional. Di tingkat regulasi, ia menjadi implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Undang-Undang Desa yang menjadi landasan pembentukan BUMDes.

Secara lebih luas, inisiatif ini mendukung Asta Cita Presiden, khususnya poin ke-2 tentang swasembada pangan serta poin ke-6 mengenai pembangunan desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Tak hanya itu, program ini juga sejalan dengan lima direktif utama Presiden Prabowo Subianto, yakni swasembada pangan, energi, dan air, reformasi politik, hukum, dan birokrasi, digitalisasi, serta penguatan sistem satu data nasional.

Zulfinasran menegaskan, inti dari program ini adalah digitalisasi sistem distribusi pangan agar lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Dengan pemangkasan rantai pasok, dominasi tengkulak diharapkan berkurang, sementara petani bisa mengakses informasi harga pasar secara real time melalui platform digital.

Program ini disusun dengan target bertahap:

  • Jangka pendek: peningkatan kompetensi lembaga ekonomi di desa dan daerah.
  • Jangka menengah: tersedianya sistem/platform digital rantai pasok pangan yang terintegrasi, disertai kerja sama dengan dunia usaha dan industri di Sulawesi Tengah.
  • Jangka panjang: hadirnya kebijakan operasional daerah yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan platform ini sebagai model nasional.

Manfaat ekonominya diproyeksikan signifikan. Saat ini, kenaikan harga rata-rata mencapai Rp500–Rp2.000 per kg dari HET beras medium, serta Rp1.000–Rp20.000 per kg untuk komoditas pangan lain. Melalui peran Lembaga Ekonomi Daerah (LEKDA), fluktuasi tersebut dapat ditekan.

“Penggunaan platform ini juga akan memberikan tambahan PAD melalui persentase dari bahan pangan yang terjual,” kata Zulfinasran.

Dengan begitu, manfaat langsung dari inisiatif ini akan dirasakan petani, nelayan, pemerintah, pelaku industri pangan, hingga konsumen rumah tangga.

Keselarasan program ini, juga terlihat dengan Nawacita Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah bertajuk Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan.

Dalam misi ke-2, yaitu mewujudkan masyarakat bahagia dan produktif melalui peningkatan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan, pemerintah daerah menyiapkan program prioritas:

  • Berani Murah, menjamin semua kebutuhan pokok harga dapat terjangkau.
  • Berani Panen Raya, menjamin para petani mendapatkan hasil panen yang berlimpah dengan nilai jual yang tinggi.

“Hal itu, sejalan dengan visi Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan ditegaskan melalui Gerbang Desa sebagai pilar ekonomi daerah,” pungkasnya.*

Tag: BUMdesGerbang DesaParigi MoutongZulfinasran A Tiangso
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Pemkab Parigi Moutong Dorong Bawang Goreng Palasa Jadi Produk Unggulan

Sesudah

Sosialisasi Anti Korupsi Digelar, Bupati Parigi Moutong Ajak ASN Jadi Teladan

TerkaitPostingan

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investor

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investors

21 Juli 2026
Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026
Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

17 Juli 2026
Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum

14 Juli 2026
Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru

Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru

13 Juli 2026
Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik

13 Juli 2026

Pilihan Editor

Gempa Bumi Terkini 6.2 M Guncang 198 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

16 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 146 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

18 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 234 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

22 Juli 2026
Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026
Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

Program Stunting DASHAT dan Minlok DP3AP2KB Masuk Temuan BPK, DPRD Minta Inspeksi Khusus

17 Juli 2026

Artikel Terkini

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 234 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

22 Juli 2026
DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investor

DPRD Parigi Moutong Minta Pemda Utamakan Kompetensi Asosiasi Nelayan dalam Kerja Sama Investors

21 Juli 2026
Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

Fraksi Perindo Soroti Efektivitas Belanja dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 79 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR

19 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.5 M Guncang 146 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

18 Juli 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In