Songulara
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Derita Hirschsprung, Bayi Usia 8 Bulan di Parigi Moutong Butuh Bantuan Dermawan

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
4 Juli 2024
in Daerah, Featured, Kesehatan, Parigi Moutong
1
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PARIGI MOUTONG – Bayi berusia 8 bulan bernama Khaulah Senja Nafisah, yang biasa disapa Senja, warga Desa Silanga, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, lahir dengan keterbatasan.

Anak kedua dari pasangan Moh Rifdal dan Yuliani ini, menderita penyakit Hirschsprung (HIRSH-sproongz), adalah suatu kondisi yang mempengaruhi usus besar (kolon) dan menyebabkan masalah buang air besar.

Kondisi ini, muncul sejak lahir atau bawaan akibat hilangnya sel saraf, pada otot usus besar bayi Senja.

Ibu kandungnya Yuliani mengaku, tak menduga anaknya menderita penyakit langka tersebut.

Padahal, bayi Senja terlihat sehat saat lahir, dengan berat badan 3 kilogram di Puskesmas Siniu, pada 14 Oktober 2023.

“Senja lahir sehat, tapi memang lebih cepat dari prediksi dokter, yang memperkirakan proses persalinan pada 5 November 2023,” kata Yuliani.

Senada, Moh Rifdal, ayah kandung bayi Senja mengaku baru menyadari anaknya menderita penyakit Hirschsprung, setelah mendapatkan penanganan medis.

Awalnya, ketika dibawa pulang ke rumah setelah proses persalinan, bayi Senja tak bisa buang air besar.

Perut anaknya membesar dan terus menangis semalaman. Ia pun bergegas membawa bayi Senja kembali ke Puskesmas Siniu bermodalkan BPJS Kesehatan bantuan pemerintah.

Setiba di sana, bayi Senja langsung dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Defina, di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi.

“Di RSIA Defina, anak saya hanya diobservasi semalaman. Kemudian dirujuk lagi ke RSUD Anuntaloko Parigi,” ujarnya.
Selama menjalani perawatan medis di ruang NICU RSUD Anuntaloko Parigi, kondisi bayi Senja tetap sama, tak menunjukan perubahan.

Bahkan, kata dia, dari pusar anaknya mengeluarkan belatung. Hal ini, menambah kekhawatirannya hingga mengeluarkan bayi Senja secara paksa dari rumah sakit.

“Saya membawa pulang anak saya secara paksa. Karena, melihat video dari salah seorang perawat di Nicu, ada belatung keluar dari pusatnya,” ungkapnya.

Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, kondisi perut anaknya semakin membesar, meskipun sempat menjalani perawatan alternatif di Kecamatan Sausu.

Pasangan Moh Rifdal dan Yuliani akhirnya, kembali membawa anaknya ke RSUD Anuntaloko Parigi. Kali ini, mereka meminta bayi Senja untuk segera dirujuk ke RSUD Undata Palu.

“Surat rujukan kami tunggu sekitar satu minggu baru keluar dari pihak RSUD Anuntaloko Parigi,” imbuhnya.

Setibanya di RSUD Undata Palu, bayi Senja langsung menjalani operasi. Saat itu, lanjut Moh Rifdal, tenaga medis sempat memarahinya karena terlambat membawa anaknya untuk mendapatkan penanganan.

“Saya bilang, jangan salahkan saya, karena yang lama itu dari rumah sakit asal di Parigi,” ujarnya.

Pasangan Moh Rifdal dan Yuliani tetap iklas melalui berbagai proses penanganan medis, agar bayi Senja segera sembuh.

Setelah operasi, bayi Senja harus rawat jalan secara rutin. Setiap bulan, Rifdal dan Yuliani membawanya ke RSUD Undata Palu dari kampung halaman, di Desa Silanga.

Kini, bayi Senja membutuhkan penanganan medis lanjut. Dokter di RSUD Undata Palu, menyarankan untuk membawanya ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi kendala kami. Saya sudah minta agar dibawa langsung dengan ambulans, tapi anak saya bukan pasien darurat. Jadi harus kami sendiri yang ke Makassar,” keluhnya.

Moh Rifdal dan Yuliani yang hanya bekerja sebagai tenaga honorer mengaku tak memiliki biaya untuk membawa bayi Senja menjalani operasi lanjutan di Makassar. Sehingga terpaksa meminta waktu ke pihak RSUD Undata Palu, untuk menunda surat rujukan. Sebab, untuk menutupi kebutuhan harian bayi Senja saja, mereka kerap kesulitan. Tak jarang, kantong medis penampung kotoran diganti dengan plastik pembungkus es.

“Saya guru honorer di SMK Khatulistiwa, dan istri saya di Kelurahan Bantaya. Kami sedikit kewalahan soal biaya,” akunya.

Hingga kini, ia mengaku telah berupaya mencari bantuan ke sejumlah komunitas pencinta alam dan Yayasan Rumah Dua Jari di Palu, namun belum membuahkan hasil.

Moh Rifdal berharap, bayi Senja mendapatkan bantuan dari pihak darmawan maupun yayasan peduli kemanusiaan, agar segera menjalani operasi lanjutan.

“Siapa saja yang ingin membantu anak saya, dapat menyalurkan ke rekening Bank Sulteng 1020204091970, atas nama Yulia A, nomor telpon 0822-9341-0640,” pungkasnya.*

Previous Post

Sejumlah OPD Dijabat Pelaksana Tugas Lebih dari Enam Bulan

Next Post

KPU Parigi Moutong Gelar Rekapitulasi Hasil Verfak Syarat Dukungan Perseorangan

Next Post

KPU Parigi Moutong Gelar Rekapitulasi Hasil Verfak Syarat Dukungan Perseorangan

Comments 1

  1. Ping-balik: Target 10 Ribu Massa, Berani Hadirkan Wali Band di Deklarasinya - Songulara.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum
  • Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru
  • Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  • Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional
  • Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Recent Comments

  1. Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  2. Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  3. Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik - Songulara mengenai Pansus DPRD Rekomendasikan Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar ke APH
  4. Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional - Songulara mengenai Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
  5. DPRD Parigi Moutong Kebut Pembahasan Raperda - Songulara mengenai Mayoritas Indikator Pendidikan Parigi Moutong Lampaui Target, Disdikbud Klaim Tren Positif

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • Oktober 2018
  • September 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2018
  • Mei 2018
  • April 2018
  • Maret 2018
  • Februari 2018
  • Januari 2018
  • Desember 2017
  • November 2017
  • Oktober 2017
  • September 2017
  • Agustus 2017
  • Juli 2017
  • Juni 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017
  • Desember 2016
  • November 2016
  • Oktober 2016
  • September 2016
  • Agustus 2016
  • Juli 2016
  • Juni 2016
  • April 2016
  • Maret 2016

Categories

  • Advertorial
  • Banggai
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Featured
  • Fokus
  • Headline
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kota Palu
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Parigi Moutong
  • Pariwisata
  • Parlemen
  • Pembangunan
  • Pemdes
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian dan Perkebunan
  • Politik
  • Religi
  • Sambulugana
  • Sigi
  • Uncategorized
  • Akun Saya
  • Caleg Terpilih DPRD Parigi Moutong Periode 2019-2024
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Member Login
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Akun Saya
  • Caleg Terpilih DPRD Parigi Moutong Periode 2019-2024
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Member Login
    • Password Reset
    • Profile
    • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.