Songulara
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Ratusan Guru Honorer Adukan Nasibnya ke Sekda Parigi Moutong

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
23 Januari 2024
in Daerah, Featured, Parigi Moutong, Pemerintahan, Pendidikan
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PARIGI MOUTONG – Ratusan guru honorer yang tak lolos dalam seleksi penerimaan Pegawai Negeri dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) formasi 2023, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, 23 Januari 2024.

Kedatangan ratusan guru yang didampingi Ketua LSM Format, Isram Said Lolo tersebut, diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Zulfinasran A Tiangso, didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Sunarti, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Parigi Moutong, Mahmud Tandju.

“Kedatangan kami untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), karena merasa cemas dengan surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tentang pengusulan formasi CPNS dan PPPK 2024, selambat-lambatnya pada 31 Januari 2024,” kata Ketua Forum Perjuangan Guru Honorer Parigi Moutong, Wardiansyah.

Atas hal itu, ia meminta Pemda Parigi Moutong membuka formasi ASN PPPK, dan CPNS, guru, serta tenaga kependidikan tahun ini, sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Kemudian, Pemda Parigi Moutong diharapkan dapat mengangkat seluruh guru honorer yang terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Selain itu, memprioritaskan pelamar guru dengan kode P, lulus tanpa tes. Sebab, nilai yang diperoleh memenuhi ambang batas, sesuai hasil CAT BKN pada seleksi 2023.

“Kami juga meminta Disdikbud, menempatkan peserta lulus menjadi ASN PPPK 2023, kembali bertugas di sekolah induknya, agar tidak menggeser posisi guru honorer yang belum berkesempatan mendapatkan formasi pada seleksi CAT BKN,” tukasnya.

Selain itu, memisahkan formasi guru kelas Sekolah Dasar (SD) dengan Taman Kanak-kanak (TK), menambah kuota untuk seluruh bidang studi, membuka ruang bagi guru THK-2 yang berpendidikan terakhir Diploma II, dan SMA dengan masa pengabdian lebih dari 10 tahun.

“Kami harapakan dibuka formasi guru TK serta memberi peluang guru TK swasta dapat menjadi ASN PPPK,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong, Zulfinasran A Tiangso  menginstruksikan Disdikbud Parigi Moutong segera mendata seluruh persoalan tenaga honorer, untuk disampaikan ke pimpanan dan dilaporkan ke KemenPAN-RB.

Berdasarkan informasi, kata dia, dalam seleksi PPPK hanya memberikan kesempatan bagi tenaga guru TK negeri saja.

Dalam berbagai kesempatan, kata dia, pihaknya telah menyampaikan ke Pemerintah Pusat untuk tidak menyamakan tenaga guru TK swasta di daerah dengan Pulau Jawa yang menjadi rujukan nasional.

Mengingat, guru TK swasta di daerah lebih cenderung perihatin dengan anak-anak di daerah, sehingga membuka satuan pendidikan.

“Terkait guru TK swasta, saya sampaikan yang seharusnya disampaikan. Supaya tidak ada saling janji,” tukasnya.

Bahkan, pihaknya telah menyampaikan ke KemenPAN-RB agar tidak menentukan formasi hingga ke tingkat sekolah.

Persoalan seperti ini, menurutnya tidak akan berhenti, bila Pemerintah dengan lembaga pendidikan lainnya tak bersinergi.

“Contoh, ketika kita mengangkat 2.000 pegawai ASN, maka idealnya jumlah kebutuhan guru selesai. Persoalannya, tiap tahun ada kelulusan-kelulusan sarjana pendidikan, yang harus mengajar di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LSM Format, Isram Said Lolo mengatakan, kedatangannya mendampingi guru honorer bukan karena kepentingan tertentu.Melainkan, membantu memfasilitasi guru honorer untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pemda Parigi Moutong, dengan harapan mendapatkan kejelasan atas nasib mereka.

“Apa yang disampaikan para guru berangkat dari nurani. Sehingga, Pemda Parigi Moutong  diharapkan dapat menyikapinya dengan baik,” pungkasnya. *theopini

Tags: Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)CPNSDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)Disdikbud Parigi MoutongGURUGuru HonorerHonorerPegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)PPPK
Previous Post

6 Pejabat yang Sempat Diberhentikan dan Dinonjobkan di Parigi Moutong Kembali Dilantik

Next Post

DP3AP2KB Parigi Moutong Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2024

Next Post

DP3AP2KB Parigi Moutong Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2024

Comments 0

  1. Ping-balik: DP3AP2KB Parigi Moutong Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2024 - Songulara.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum
  • Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru
  • Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  • Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional
  • Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Recent Comments

  1. Dua Addendum Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar Jadi Sorotan, Pansus Minta Dokumen Addendum - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  2. Pansus DPRD Dalami Temuan BPK, Dinkes Sebut Selisih Harga Obat Dipicu Aturan Baru - Songulara mengenai Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik
  3. Sengketa Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar, Dua Addendum Berbeda Picu Polemik - Songulara mengenai Pansus DPRD Rekomendasikan Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar ke APH
  4. Dekranasda Parigi Moutong Bawa Motif Bomba Saga ke Panggung Nasional - Songulara mengenai Sepanjang 2025 Tercatat 67 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
  5. DPRD Parigi Moutong Kebut Pembahasan Raperda - Songulara mengenai Mayoritas Indikator Pendidikan Parigi Moutong Lampaui Target, Disdikbud Klaim Tren Positif

Archives

  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • Oktober 2018
  • September 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Juni 2018
  • Mei 2018
  • April 2018
  • Maret 2018
  • Februari 2018
  • Januari 2018
  • Desember 2017
  • November 2017
  • Oktober 2017
  • September 2017
  • Agustus 2017
  • Juli 2017
  • Juni 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017
  • Desember 2016
  • November 2016
  • Oktober 2016
  • September 2016
  • Agustus 2016
  • Juli 2016
  • Juni 2016
  • April 2016
  • Maret 2016

Categories

  • Advertorial
  • Banggai
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Featured
  • Fokus
  • Headline
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kota Palu
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Parigi Moutong
  • Pariwisata
  • Parlemen
  • Pembangunan
  • Pemdes
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian dan Perkebunan
  • Politik
  • Religi
  • Sambulugana
  • Sigi
  • Uncategorized
  • Akun Saya
  • Caleg Terpilih DPRD Parigi Moutong Periode 2019-2024
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Member Login
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Akun Saya
  • Caleg Terpilih DPRD Parigi Moutong Periode 2019-2024
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Kode Etik
  • Member Login
    • Password Reset
    • Profile
    • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.