Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Featured

Aktivitas Perusahaan Batu Pecah di Sungai Lemusa Kembali Dikeluhkan

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
14 Juli 2023
A A

PARIGI MOUTONG – Sejumlah warga kembali mengeluhkan aktivitas perusahaan batu pecah di Sungai Korontua, Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Pasalnya, perusahaan batu pecah tersebut dinilai melanggar sejumlah perjanjian yang telah dibuat bersama warga, terutama penambang batu kali, dan para pemilik truk.

“Semula telah disepakati, bahwa diperbolehkan, jika ada truk milik warga di Desa Lemusa meminta untuk mengambil timbunan. Namun belakangan berubah secara sepihak,” kata salah satu pemilik truk, Isak Daeng Mala, saat ditemui di Desa Lemusa, Jum’at, 14 Juli 2023.

Baca Juga

Pemkab Parigi Moutong Alokasikan 33,84 Ton Benih Jagung untuk 2.256 Hektare Lahan

Longsor Tambang dan Alarm yang Terus Diabaikan

Ketua TP-PKK Parigi Moutong Dorong Perempuan Aktif ke Posyandu Wujudkan Keluarga Sehat

Setelah dilakukan protes, kata dia, akhirnya pemerintah desa memediasi kepentingan para pemilik truk dan pihak perusahaan batu pecah.

Dalam pertemuan itu, disepakati ketentuan membayar harga Rp50 ribu per satu truk kepada pihak perusahaan batu pecah.

“Akhirnya disepakati kembali, dengan catatan Rp50 ribu per satu truk, dengan ketentuan jangan diutang,” tukasnya.

Namun keesokan harinya, pihak perusahaan menolak kesepakatan tersebut, ketentuan membayar naik menjadi Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per truk dan akhirnya tak lagi diperbolehkan.

Sehingga, Ishak bersama kawan-kawan pemilik truk lainnya, dan penambang batu merasa kesal, karena sikat pihak perusahaan yang mengubah perjanjian.

“Sebenarnya, kita tidak mau kasih pungutan ke mereka, tapi kita ingat kalau sama-sama susah cari minyak. Jadi, maksud kita supaya sama-sama enak, kalau mobil datang tolong diisi. Karena kita juga butuh timbunan,” keluhnya.

Ia juga menilai, pihak perusahaan justru merugikan desa, karena sejak beroperasi hanya menggunakan akses jalan desa.

Padahal semestinya, pihak perusahaan harus membuat akses khusus, sebab jalan desa digunakan warga setempat untuk menuju ke perkebunan.

“Itu bukan jalannya, tapi jalan desa. Kami sudah keluhkan hal ini dengan pemerintah desa,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lemusa, Haerul Anwar mengakui telah menerima keluhan warga, dan sempat mengkomunikasikan persoalan itu dengan perwakilan perusahaan.

Hanya saja, pemerintah desa belum mendapatkan jawaban dari pemilik perusahaan soal perubahan kesepakatan harga untuk mengambil material, dan menghentikan warga untuk mengambil timbunan serta batu di Sungai tersebut.

“Kami sudah sampaikan, belum ada jawaban. Memang sudah berapa kali akses jalan menuju ke lokasi aktivitas itu, ditutup warga. Tapi kami selalu bantu untuk membukanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPD Lemusa, Adrianus membenarkan soal kesepakatan yang dibuat bersama warga saat pertemuan digelar di kantor desa.

Namun, soal perubahan sikap perusahaan belum dibahas, karena pihaknya belum menerima aduan terkait persoalan itu.

“Memang pertama masuk lalu dibilang untuk lokasi kopera putih. Kemudian, berubah menjadi perusahaan batu pecah. Soal izin operasi, kami tidak tahu persis, ada atau tidak. Tapi soal dampak lingkungan dan lainnya, sudah disampaikan ke perwakilan perusahaan yang hadir,” ungkapnya.

Sebagai BPD Lemusa, ia mengaku, sangat menyayangkan sikap perusahaan yang masuk ke desa tanpa sosialisasi terlebih dahulu, sehingga menimbulkan pro kontra.

“Pernah sudah dibuat pertemuan, masih perangkat desa yang lama dan ada kesepakatan yang dibuat dengan supir-supir truk. Waktu itu yang hadir dari perusahaan ibu, katanya perwakilan,” pungkasnya. *TheOpini

 

ShareTweet
Previous Post

Bonusy Bukmacherskie: Zakłady Bez Ryzyka, Freebety, Kody 20

Next Post

Pemprov Sulteng Gelar Rapat Persiapan HUT RI ke-78

Artikel Lainnya

Pemkab Parigi Moutong Siapkan 33,84 Ton Benih Jagung untuk Musim Tanam 2026

Pemkab Parigi Moutong Alokasikan 33,84 Ton Benih Jagung untuk 2.256 Hektare Lahan

16 Februari 2026
Longsor Tambang dan Alarm yang Terus Diabaikan

Longsor Tambang dan Alarm yang Terus Diabaikan

15 Februari 2026
Ketua TP-PKK Parigi Moutong Dorong Perempuan Aktif ke Posyandu Wujudkan Keluarga Sehat

Ketua TP-PKK Parigi Moutong Dorong Perempuan Aktif ke Posyandu Wujudkan Keluarga Sehat

15 Februari 2026
Bupati Erwin Burase Tekankan Peran Strategis Perempuan pada HUT ke-38 WHDI Parigi Moutong

Bupati Erwin Burase Tekankan Peran Strategis Perempuan di HUT ke-38 WHDI Parigi Moutong

15 Februari 2026
Diduga Bunuh Diri, Remaja di Siniu Parigi Moutong Ditemukan Tergantung di Kamar

Diduga Bunuh Diri, Remaja di Siniu Parigi Moutong Ditemukan Tergantung di Kamar

14 Februari 2026
Longsor di Ampibabo Tewaskan Penambang, Aktivitas Pertambangan Ilegal Diduga Dibiayai Pemodal Luar Daerah

Longsor di Ampibabo Tewaskan Penambang, Aktivitas Pertambangan Ilegal Diduga Dibiayai Pemodal Luar Daerah

14 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Pemkab Parigi Moutong Siapkan 33,84 Ton Benih Jagung untuk Musim Tanam 2026

Pemkab Parigi Moutong Alokasikan 33,84 Ton Benih Jagung untuk 2.256 Hektare Lahan

16 Februari 2026
Longsor Tambang dan Alarm yang Terus Diabaikan

Longsor Tambang dan Alarm yang Terus Diabaikan

15 Februari 2026
Ketua TP-PKK Parigi Moutong Dorong Perempuan Aktif ke Posyandu Wujudkan Keluarga Sehat

Ketua TP-PKK Parigi Moutong Dorong Perempuan Aktif ke Posyandu Wujudkan Keluarga Sehat

15 Februari 2026

Terpopuler

  • Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur

    Diduga Setubuhi Muridnya, Oknum Guru di Parigi Moutong Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar: Adendum Ganda, Dugaan Intervensi, dan Ancaman Temuan Audit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Bunuh Diri, Remaja di Siniu Parigi Moutong Ditemukan Tergantung di Kamar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Penambang Perempuan Diduga Jadi Korban Longsor di Desa Kayuboko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Tambang dan Alarm yang Terus Diabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In