Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
  • Login
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
Songulara.com - Cerdas Mendidik
No Result
View All Result
Home Daerah

2021, Parigi Moutong Target Bebas Pasung

Redaksi Songulara by Redaksi Songulara
4 Maret 2020
A A

PARIGI – Pemkab Parigi Moutong menargetkan seluruh wilayah kabupaten bebas dari aksi pemasungan warga yang mengidap gangguan jiwa secara bertahap, yang dimulakan dari tingkat desa, tahun 2021.

Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Parigi Moutong, Revy Tilaar mengatakan, guna mencapai target ini, pihaknya sudah melakukan sejumlah kegiatan sejak tahun 2019. Salah satunya dengan membentuk tim pendamping kelas pembinaan, yang dipimpin 1 Kepala Bidang dibantu 1 Kepala Seksi.

Bersama pihak Puskesmas dan pemerintah masing-masing desa katanya, tim melakukan advokasi masyarakat tentang upaya bebas pasung penderita gangguan jiwa. Ide terkait inovasi Parigi Moutong bebas pasung ini kata Revy berasal dari Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai.

Baca Juga

Sekda Zulfinasran: ASN Wajib Disiplin di Era WFA-WFH

Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Program Home Care, Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Rumah

Dinkes Parigi Moutong Tambah Fasilitas Rumah Rujukan Gratis di Makassar

“Berdasarkan ide inilah kami berinisiatif melakukan sejumlah langkah, termasuk melakukan pendampingan serta mengadvokasi masyarakat tentang pentingnya upaya bebas pasung bagi penderita gangguan jiwa,” kata Revy kepada sejumlah wartawan, disela rapat koordinasi di ruang kerja Wakil Bupati Parigi Moutong, Rabu (4/3).

Menurutnya, upaya advokasi dan pendampingan bagi masyarakat merupakan langkah penting, baik bagi penderita gangguan jiwa agar terpenuhi hak dasarnya untuk hidup layak, maupun keluarga penderita.

“Menangani penderita gangguan jiwa ini butuh kesabaran. Untuk penanganan 1 hingga 2 bulan, mungkin keluarga masih sanggup, namun lama-kelamaan pasti ada titik jenuh. Sehingga memasung penderita gangguan jiwa menjadi pilihan terakhir bagi keluarga. Inilah yang menjadi salah satu titik berangkat dari upaya yang akan kita lakukan kedepan,” terangnya.

Terkait penanganan penderita gangguan jiwa nantinya, akan dilakukan secara bertahap mulai dari lokasi kediaman penderita, dimana seluruh pihak termasuk diantaranya aparat pemerintah desa dan pihak puskesmas ikut terlibat, sebelum pasien diarahkan untuk mendapat penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Setelah berada di rumah sakit, penderita akan mendapatkan perawatan intensif dari dokter ahli jiwa yang ada di Rumah Sakit Anuntaloko minimal 1 bulan. Usai menjalani perawatan intensif, pasien kemudian di survey, apabila dinyatakan sudah cukup, maka upaya lanjutan yakni memulangkan penderita kerumahnya.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Revy Tilaar

Selama berada dirumah, tim nantinya akan terus melakukan advokasi, melakukan observasi setiap bulan dan memastikan obat yang diberikan untuk penderita dikonsumsi sesuai dengan ketentuan.

Setelah dilakukan observasi dan penderita dianggap berangsur membaik, maka langkah lanjutan adalah mengirim yang bersangkutan ke panti sosial untuk diberikan perbekalan keterampilan dan sebagai upaya tetap mengontrol kesehariannya.

“Menyembuhkan secara total pada para penderita gangguan jiwa itu sangat tidak mungkin, tetapi mengembalikan dia bisa membaik dan bisa menjalankan hidup secara normal, bisa dilakukan selama tahapan-tahapan pengobatan maupun kontrol terhadap yang bersangkutan tetap dilakukan,”.

“Makanya diberikan pengetahuan tentang keterampilan dengan harapan mereka bisa beraktifitas kembali di tengah masyarakat dan tetap terus mendapatkan pengawasan,” kata Revy.

Sedangkan untuk upaya penegasan Parigi Moutong bebas pasung, nantinya para tim yang dibentuk akan terus melakukan advokasi ke masyarakat. Sehingga diharapkan pernyataan tentang Parigi Moutong bebas pasung ini lahir dari pernyataan masyarakat di tingkat desa terlebih dahulu sembari akan memasang spanduk pernyataan penegasan bebas pasung di desa masing-masing.

Kemudian tahap selanjutnya, naik ke tingkat kecamatan dengan adanya pernyataan dari masyarakat masing-masing kecamatan bersama pihak Puskesmas sembari memasang spanduk bebas pasung di 23 kecamatan.

“Bila tahapan dari desa dan kecamatan sudah dilakukan, maka secara keseluruhan sudah ada pernyataan secara resmi masyarakat Parigi Moutong tentang paradigma bebas pasung. Nantinya di jalan masuk arah Kabupaten Parigi Moutong akan dibuatkan baliho besar dengan jargon Parigi Moutong bebas pasung,” ungkapnya.

ShareTweet
Previous Post

El Classico, Parigi vs Ampibabo Berakhir Imbang

Next Post

Bappelitbangda dan Akademisi Kaji Gizi Kelor untuk Ibu Hamil

Artikel Lainnya

Sekda Zulfinasran: ASN Wajib Disiplin di Era WFA

Sekda Zulfinasran: ASN Wajib Disiplin di Era WFA-WFH

3 April 2026
Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Program Home Care, Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Rumah

Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Program Home Care, Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Rumah

3 April 2026
Dinkes Parigi Moutong Tambah Fasilitas Rumah Rujukan Gratis di Makassar

Dinkes Parigi Moutong Tambah Fasilitas Rumah Rujukan Gratis di Makassar

2 April 2026
Pangdam XXIII/Palaka Wira Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Garuda di Parigi Moutong

Pangdam XXIII/Palaka Wira Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Garuda di Parigi Moutong

2 April 2026
TNI Bangun Jembatan Garuda di Nambaru, Bupati Erwin Soroti Dampak Ekonomi

TNI Bangun Jembatan Garuda di Nambaru, Bupati Erwin Soroti Dampak Ekonomi

2 April 2026
Parigi Moutong Kembangkan 5.000 Hektare Kawasan Durian di 23 Kecamatan

Parigi Moutong Kembangkan 5.000 Hektare Kawasan Durian di 23 Kecamatan

1 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

Sekda Zulfinasran: ASN Wajib Disiplin di Era WFA

Sekda Zulfinasran: ASN Wajib Disiplin di Era WFA-WFH

3 April 2026
Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Program Home Care, Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Rumah

Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Program Home Care, Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Rumah

3 April 2026
Dinkes Parigi Moutong Tambah Fasilitas Rumah Rujukan Gratis di Makassar

Dinkes Parigi Moutong Tambah Fasilitas Rumah Rujukan Gratis di Makassar

2 April 2026

Terpopuler

  • Pesan Erwin Burase : Fokus Kerja, Tidak Perlu Selalu Ikut Bupati

    Pesan Erwin Burase : Fokus Kerja, Tidak Perlu Selalu Ikut Bupati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Parigi Moutong Luncurkan Program Home Care, Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Parigi Moutong Dorong Petani Durian Kantongi Sertifikasi GAP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Surplus Beras Parigi Moutong Dilirik BUMD DKI, Peluang Kerja Sama Lintas Daerah Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legalisasi Tambang Rakyat di Tengah Krisis Lingkungan dan Maraknya Tambang Ilegal di Parigi Moutong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
FOLLOW US

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2023-2025 Songulara.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In