PARIGI MOUTONG, SONGULARA.COM – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan pejabat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menunjukkan kinerja yang baik. Melalui penerapan manajemen talenta, evaluasi dan rotasi pejabat, termasuk kemungkinan penonaktifan, dapat dilakukan dalam waktu tiga bulan.
Penegasan itu disampaikan Erwin saat melantik 18 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Kamis, 15 Oktober 2026.
Erwin mengingatkan bahwa jabatan yang lebih tinggi membawa tanggung jawab yang semakin besar. Karena itu, para pejabat diminta menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, terlebih setelah menandatangani pakta integritas.
“Semakin tinggi jabatan yang kita terima, tentu semakin besar tanggung jawab dunia dan akhirat maupun risiko-risiko yang nanti akan dihadapi. Karena saudara-saudara sekalian berada di pucuk pimpinan tertinggi OPD masing-masing, tentunya tugas itu sangat berat,” kata Erwin dalam sambutannya.
Ia meminta seluruh pimpinan OPD, baik yang baru dilantik maupun yang telah menjabat sebelumnya, meningkatkan kinerja untuk mendukung pembangunan daerah sesuai visi Parigi Moutong Maju, Mandiri, Berkelanjutan melalui Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).
Dalam waktu dekat, seluruh pimpinan OPD akan dipanggil untuk mempresentasikan program kerja masing-masing. Presentasi tersebut juga akan mencakup kesesuaian program dengan visi dan misi kepala daerah yang telah disampaikan saat kampanye.
“Tentunya ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Erwin juga meminta Sekretaris Daerah Parigi Moutong segera menerapkan manajemen talenta sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan pengelolaan karier aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
Menurut dia, mekanisme tersebut memungkinkan evaluasi dan rotasi pejabat dilakukan dalam waktu tiga bulan, termasuk kemungkinan menonaktifkan pejabat yang tidak menunjukkan kinerja baik.
“Kalau itu kita terapkan, dalam tiga bulan kita bisa melakukan rotasi dan bisa melakukan non-job kepada eselon dua yang ada. Jadi tidak main-main. Kalian bisa di-non-job kalau kinerjanya tidak baik, apalagi ada pelanggaran-pelanggaran yang sudah ditandatangani tadi terkait dengan pakta integritas,” tegasnya.
Erwin mengatakan dirinya tidak menuntut hal berlebihan dari para pejabat. Ia meminta setiap pimpinan OPD bekerja dengan baik dan menunjukkan hasil nyata dalam menjalankan tugas.
Ia juga menegaskan akan terus mengawasi kinerja para pimpinan OPD selama menjabat.
“Jabatan ini tidak lama lagi. Tentu tanggung jawab saya selaku kepala daerah Kabupaten Parigi Moutong akan terus mengawasi, akan terus memperhatikan sampai sejauh mana kinerja dari bapak-ibu sekalian,” katanya.
Dari total 19 jabatan pimpinan OPD yang menjadi bagian dari proses pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, baru 18 pejabat yang dilantik. Satu jabatan lainnya ditunda karena masih berkaitan dengan gugatan yang sedang berproses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).*







