PARIGI MOUTONG – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Parigi Moutong menyiapkan keterlibatan langsung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil dalam pembahasan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2027 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
Langkah itu disiapkan setelah Banggar DPRD Parigi Moutong menyoroti capaian PAD sejumlah OPD penghasil yang dinilai masih jauh dari target yang telah ditetapkan.
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengatakan, keterlibatan OPD diperlukan agar proyeksi pendapatan yang dibahas pemerintah daerah dan DPRD memiliki dasar data serta potensi yang sama.
“Saya sarankan agar OPD dihadirkan semua supaya ada kesamaan dan sinkron. Satu upaya yang paling baik kalau tidak tercapai PAD-nya maka anggaran belanjanya dikurangi. Tetapi belum maksimal diterapkan,” ujar Irwan ditemui usai rapat Banggar.
Menurut Irwan, pemerintah daerah selama ini tetap berpedoman pada potensi dalam menyusun target pendapatan. Namun, potensi tersebut perlu dimaksimalkan agar dapat menjadi pendapatan yang benar-benar terealisasi.
“Kalau kami selalu berpedoman pada potensi, kalau potensi ada sebenarnya bisa dicapai, tinggal caranya agar potensi itu dimaksimalkan menjadi pendapatan yang riil,” ujarnya.
Ia mengakui, berdasarkan kondisi di lapangan masih terdapat sejumlah sektor yang belum maksimal menghasilkan pendapatan. Karena itu, capaian PAD perlu dikawal bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
Kehadiran OPD penghasil juga dinilai penting untuk memastikan data yang disampaikan kepada Bappelitbangda, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), maupun DPRD tidak berbeda.
“Kalau OPD dihadirkan angkanya sama, jangan sampai lain disampaikan di Bappelitbangda, lain di Bapenda dan lain di DPRD. Sehingga bisa kelihatan angkanya dan buat berita acara,” ucapnya.
Sorotan terhadap capaian PAD sebelumnya disampaikan anggota Banggar DPRD Parigi Moutong, Mohamad Fadli, dalam rapat Banggar untuk proyeksi 2027 yang dipimpin Wakil Ketua Banggar, Sayutin Budianto, Kamis, 13 Agustus 2026.
Fadli mengatakan, masih banyak hal yang perlu dibahas dalam menentukan proyeksi pendapatan 2027 jika mengacu pada capaian target 2026. Salah satunya sektor pasar yang memiliki target PAD Rp1,3 miliar, tetapi hingga akhir Triwulan I-2026 baru mencapai realisasi 12,9 persen.
“Banyak yang masih perlu dibicarakan untuk proyeksi pendapatan 2027, jika melihat daftar target 2026. Misalnya sektor pasar, kita proyeksikan pendapatan Rp1,3 miliar PAD yang dikejar, tetapi sampai akhir Triwulan I-2026 capaian realisasi baru 12,9 persen, rendah sekali,” ucap Fadli.
Ia mengatakan, persoalan capaian PAD juga ditemukan dalam rapat Komisi II DPRD Parigi Moutong yang membahas KUA-PPAS dan prognosis realisasi anggaran enam bulan ke depan tahun ini.
Salah satu contoh yang disoroti adalah Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong yang menetapkan besaran upah penarik retribusi dengan nilai yang sama dengan target PAD, yakni Rp30 juta.
Menurut Fadli, kondisi tersebut menunjukkan perlunya OPD penghasil dilibatkan secara langsung dalam pembahasan bersama Banggar. Dengan begitu, target PAD dapat ditetapkan berdasarkan data dan potensi yang tersedia.
“Problemnya adalah penetapan target jauh dari rasio data dan potensi, sehingga realisasinya jauh dari apa yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Fadli menilai, capaian PAD perlu menjadi perhatian dalam penyusunan proyeksi pendapatan 2027. Pemerintah daerah juga dinilai perlu membaca perkembangan data dan potensi secara cepat dan teliti agar kebijakan anggaran dapat menjawab persoalan efisiensi.
“Ini kan unik, lembaga pemerintah yang besar dengan segala sumber dayanya terjadi sistem yang lemah di sektor PAD seperti itu. Maka kita harus bicara by data, kita mengacu ke KUA-PPAS yang seiring berjalan waktu pasti terjadi perkembangan sehingga harus membaca dengan cepat dan teliti agar kebijakan ini mampu mengatasi problem efisiensi yang terjadi,” tandasnya.
Dengan melibatkan OPD penghasil secara langsung, pembahasan target PAD 2027 akan diarahkan agar lebih terukur dengan mengacu pada data, potensi pendapatan, dan kemampuan realisasi masing-masing sektor.*









