PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi andalan utama daerah dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan yang dihadiri Kajati Sulteng, Nuzul Rahmat R, SH, MH serta Kejari Parigi Moutong, Purnama SH MH, di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (12/2).
Menurut Erwin, program Jaksa Mandiri Pangan memberikan energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian, terutama komoditas jagung.
“Komoditas jagung ini adalah komoditas masa depan yang harus kita dukung, kita sukseskan, dan terus kita kembangkan. Parigi Moutong termasuk daerah penghasil jagung terbesar di Sulawesi Tengah,” ujar Erwin.
Ia mengungkapkan, produksi jagung di Parigi Moutong saat ini mencapai 45.245 ton yang tersebar di seluruh wilayah. Produksi terbesar berada di Kecamatan Bolano dengan capaian 20.284 ton.
“Potensi jagung kita sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan. Pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tidur. Mari kita tanam jagung,” imbaunya.
Selain peningkatan produksi, Erwin menekankan pentingnya hilirisasi jagung agar nilai ekonomi komoditas tersebut semakin meningkat. Jagung, menurutnya, tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.
“Kita bisa pikirkan hilirisasi jagung, seperti tepung jagung atau beragam jenis makanan olahan dari jagung. Dengan begitu, nilai tambahnya lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Terkait pemasaran, Erwin mengakui bahwa kepastian harga masih menjadi kekhawatiran utama petani. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong ke depan akan merancang kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjamin ketersediaan pasar serta stabilitas harga hasil pertanian.
“Bapak Presiden menginginkan ini berjalan bersamaan, bukan saling mematikan,” kata Erwin.
Lebih lanjut, ia menyebut Parigi Moutong memiliki potensi lahan pertanian yang luas dengan beragam komoditas unggulan. Selain durian, daerah ini juga memiliki kelapa dalam yang mampu bersaing dengan Kabupaten Banggai, serta komoditas kakao dan udang vaname.
“Kami berharap jagung juga masuk sebagai komoditas unggulan Parigi Moutong. Kami memastikan program ini mendapat dukungan dari semua pihak dan akan terus kita kawal agar sukses,” pungkasnya. *








