PARIGI MOUTONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, S.STP., M.A.P menegaskan pentingnya peran Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) dalam penguatan hilirisasi komoditas kelapa agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Hilirisasi Kelapa Dalam dan Optimalisasi SIKIM yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Kamis (5/2).
Dalam arahannya, Sekda menekankan agar SIKIM tidak hanya berfokus pada pengolahan buah kelapa, tetapi juga mampu menyerap seluruh bagian kelapa, mulai dari buah, sabut, tempurung hingga air kelapa, sehingga nilai tambah komoditas kelapa dapat dinikmati secara merata oleh petani.
“Kalau bisa, pihak SIKIM membeli sendiri sabut, tempurung, dan air kelapa. Ini penting agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani kelapa,” ujar Sekda.
Selain mendorong optimalisasi hasil kelapa, Sekda juga menegaskan pentingnya penggunaan tenaga kerja lokal dalam operasional SIKIM. Dari kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 100 hingga 150 orang, sekitar 90 persen diharapkan berasal dari masyarakat lokal sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi daerah.
Dalam rapat koordinasi tersebut turut dibahas kebutuhan bahan baku SIKIM yang diperkirakan rata-rata mencapai 70 ribu butir kelapa per hari. Untuk mendukung perencanaan tersebut, Sekda meminta dilakukan identifikasi secara terperinci terhadap jumlah produksi kelapa petani per hari, termasuk harga kelapa yang berlaku di pasaran saat ini.
Menurut Sekda, pendataan yang akurat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi SIKIM, sekaligus memberikan kepastian pasar dan harga yang lebih adil bagi petani kelapa di Kabupaten Parigi Moutong. *Diskominfo







