Songulara
No Result
View All Result
  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Songulara
No Result
View All Result
Home Daerah

Bappelitbangda Parigi Moutong Susun Dokumen RPJMD 2025-2030

Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
7 Mei 2025
Waktu Membaca: 2 mins baca
Redaksi SongularaolehRedaksi Songulara
19 Juli 2025
Bappelitbangda Parigi Moutong Susun Dokumen RPJMD 2025-2030

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan. IST

PARIGI MOUTONG – Bappelitbangda Parigi Moutong sedang menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.

“Kita sekarang menyusun dokumen RPJMD, sambil menunggu dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kemarin,” ungkap Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan di Parigi, Rabu, 7 Mei 2025.

Ia mengatakan, penyusunan RPJMD akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

Dalam dokumen RPJPD tersebut, kata dia, Kabupaten Parigi Moutong difokuskan ke arah industrialisasi pertanian.

Baca Juga

Bappelitbangda: Ruang Fiskal Parigi Moutong 2027 Sangat Terbatas

KUA-PPAS 2027 Disusun, Bappelitbangda Pastikan Anggaran PPPK Aman

TAPD Siapkan OPD Penghasil dalam Pembahasan Target PAD Parigi Moutong 2027

“Selain itu, juga mengacu pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” ujarnya.

Sesuai aturan, penyusunan dokumen RPJMD harus diselesaikan dan disahkan dalam peraturan daerah, paling lambat enam bulan pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Ia menyebut, banyak tantangan yang kemungkinan akan dihadapi dalam penyusunan RPJMD, mengacu pada RPJPD. Mengingat, mulai bergeliatnya aktivitas tambang emas yang berdampak terhadap sektor pertanian saat ini.

Olehnya, perlu dilakukan sinkronisasi arah perencanaan pembangunan, untuk menentukan antara lahan pertanian dan pembangunan ke depan.

“Memang harus berdampingan. Jadi harus diatur, menambang ada tempatnya, begitu juga pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan,” imbuhnya.

Harapannya, kegiatan masing-masing sektor bisa berdampingan dan tak saling mengganggu. Meskipun, diakuinya, kenyataan di lapangan akan sulit untuk dihindari.

Namun paling tidak, lanjutnya, harus dapat diminimalisir karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ada masyarakat yang menginginkan tambang, ada juga yang tidak. Tetapi paling tidak, jangan saling bergesekan. Terutama, paling diminimalisir ialah dampak negatifnya,” tegasnya.

Apalagi dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), telah mengatur kawasan-kawasan tersebut, yang diharapkan bisa saling mendukung.

Sehingga, dapat memberikan kontribusi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Parigi Moutong ke depan.

“Karena kenapa? Kita akan sulit membangun daerah ini, tanpa PAD yang tinggi, seperti daerah lain di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Irwan mengakui, pertanian menjadi sektor yang sangat tangguh. Contohnya, dalam masa pandemi Covid-19 pada 2020. Hanya saja, tidak serta merta meningkatkan PAD, dibandingkan pertambangan.

Untuk itu, tidak menutup kemungkiban arah pembangunan ke depan akan mengarah ke sektor pertambangan.

“Makanya, teman-teman DPRD Parigi Moutong Perda tentang RTRW dievaluasi kembali, apakah ada penyesuaian atau tidak. Jadi tergantung dari situ, pasti akan diatur kawasan tambang, pertanian dan sektor lainnya,” jelas Irwan.

Berkaitan dengan alokasi anggaran untuk mendukung industrialisasi pertanian, Irwan mengakui, memang agak sulit menentukan presentasinya. Sebab, sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Ditambah lagi, anggaran pendidikan dan kesehatan telah ditentukan pemerintah pusat. Sehingga, dana-dana bebas tak terikat yang dialokasikan untuk sektor pertanian.

“Intinya, porsi anggaran untuk pengembangan sektor pertanian akan lebih besar,” pungkasnya.*

Tag: BappelitbangdaRPJMD
ShareTweetKirim
Redaksi Songulara

Redaksi Songulara

Sebelum

Hadapi Penilaian Konvergensi Stunting Tingkat Provinsi, Pemkab Parigi Moutong Gandeng Bidan Desa Hingga TP-PKK

Sesudah

Bappelitbangda: Kurangnya Kunjungan ke Posyandu Jadi Faktor Penghambat Capaian Target Penurunan Stunting

TerkaitPostingan

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

16 Oktober 2026
Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

16 Oktober 2026
Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

16 Oktober 2026
Erwin Burase Lantik 18 Pejabat Eselon II Parigi Moutong, Ini Daftar Lengkapnya

Erwin Burase Lantik 18 Pejabat Eselon II Parigi Moutong, Ini Daftar Lengkapnya

16 Oktober 2026
Erwin Burase Ancam Nonjob Pejabat yang Berkinerja Buruk, Evaluasi Bisa dalam Tiga Bulan

Erwin Burase Ancam Nonjob Pejabat yang Berkinerja Buruk, Evaluasi Bisa dalam Tiga Bulan

16 Oktober 2026
Target PAD Parigi Moutong Naik 45,2 Persen, BLUD Puskesmas Jadi Andalan

Target PAD Parigi Moutong Naik 45,2 Persen, BLUD Puskesmas Jadi Andalan

16 Oktober 2026

Artikel Terkini

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

Parigi Moutong Siapkan Strategi Jemput Sampel Dahak untuk Deteksi TBC

16 Oktober 2026
Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

Pemeriksaan TBC di Parigi Moutong Baru 46 Persen, Pemkab Bidik 80 Persen

16 Oktober 2026
Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

Anwar Hafid Minta Bupati Awasi MBG di Wilayah 3T, Laporan Tertulis Jadi Sorotan

16 Oktober 2026
Erwin Burase Lantik 18 Pejabat Eselon II Parigi Moutong, Ini Daftar Lengkapnya

Erwin Burase Lantik 18 Pejabat Eselon II Parigi Moutong, Ini Daftar Lengkapnya

16 Oktober 2026
Erwin Burase Ancam Nonjob Pejabat yang Berkinerja Buruk, Evaluasi Bisa dalam Tiga Bulan

Erwin Burase Ancam Nonjob Pejabat yang Berkinerja Buruk, Evaluasi Bisa dalam Tiga Bulan

16 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
Cerdas Mendidik

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

  • Masuk
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SPORT
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Unik
    • Pariwisata

© 2026 PT. SONGULARA MEDIA MANDIRI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In